Aries 'Spiderwoman' Susanti Sempat Ingin Mundur sebagai Atlet Panjat Tebing
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Atlet panjat tebing yang meraih emas di Asian Games 2018, Aries Susanti, mengaku sempat frustasi dan ingin mundur dari dunia olahraga yang digelutinya tersebut.
Pasalnya, wanita yang dijuluki spiderwoman itu merasa tak berprestasi setelah gagal di Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2016 silam.
"Setelah itu saya mendaat pelatih hebat yang mampu memotivasi saya untuk berprestasi lebih tinggi lagi. Akhirnya saya jadi juara dunia dan meraih medali emas di Asian Games 2018," katanya di Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Senin (3/9/2018).
Aries Susanti berhasil meraih emas di Asian Games 2018 setelah mencatatkan waktu tercepat, yaitu 7,61 detik. Karena kecepatannya tersebut, gadis asal Grobogan, Jawa Tengah itu dijuluki sebagai spiderwoman Indonesia.
Aries mengungkapkan, sebelum menjadi atlet panjang tebing, dirinya sempat mengikuti atletik di SMPN 1 Grobogan. Dia lantas berubah haluan usai guru olahraganya mengenalkan panjat tebing kepadanya pada 2007 silam.
Sejak saat itulah dirinya mulai terjun ke dunia panjat tebing dan rutin berlatih. Belum genap satu tahun berlatih, Aries akhirnya mengikuti kejuaraan nasional pada 2008 dan berhasil naik podium di juara kedua.
Aries kemudian diboyong untuk berlatih di pemusatan latihan nasional di Yogyakarta. Dia pertama kali turun di kejuaraan dunia pada 2017.
Sebelum merebut emas di Asian Games, Aries juga mendapatkan medali emas setelah mengalahkan atlet asal Rusia, Elena Timofeeva dengan catatan waktu 7,51 detik berbanding 9,01 detik.
"Saya sudah mencoba olahraga lari, dan saya melihat kompetisi panjat dinding kelihatannya seru. Untuk saat ini rencana saya adalah mempertahankan apa yang sudah diraih saat ini, karena perjuangan bukan hanya mendapat juara tapi berusaha mempertahankannya," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
