Antisipasi Potensi Gempa, BNPB NTB Imbau Warga Bangun Rumah Kayu
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kepala pelaksana BNPB NTB Muhammad Rum menyarankan warga yang terdampak gempa tektonik 6,4 Skala Richter (SR), untuk membangun rumah kayu mengingat potensi bencana alam tersebut masih tinggi.
"Atapnya kan bisa menggunakan injuk atau alang-alang," katanya di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (1/8/2018).
Imbauan tersebut, kata dia, berdasarkan potensi ancaman bencana di daerah tersebut akan terus terjadi.
Ia mencontohkan ada rumah di wilayah itu yang menggunakan dinding dari kayu, sama sekali tidak terdampak gempa 6,4 SR.
Disebutkan, rata-rata rumah yang ambruk itu, pondasinya buruk. "Hingga pas sekali terkena guncangan, langsung ambruk," tandasnya.
Karena itu, pihaknya pernah meminta gambar bangunan kayu dan besaran biaya pembangunan dari salah satu puslitbang kantor pemerintahan.
Di bagian lain, ia menyebutkan sampai sekarang 17 warga meninggal dari gempa tektonik itu. "Terbanyak di daerah Sambelia 9 orang, Bayan 5 orang dan Sembalun 3 orang. Termasuk WN Malaysia dan pendaki asal Makassar yang mendaki Gunung Rinjani," katanya.
Sedangkan jumlah pengungsi sebanyak sekitar 12 orang.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
