Air Kanal Meluap, Kepanikan Massal Terjadi di Desa Sidang
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Meluapnya air kanal di Desa Sidang Sidorahayu Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuji kembali mengakibatkan banjir dan terkikisnya badan jalan.
Padahal, jalan tersebut merupakan akses darat satu-satunya ke wilayah tersebut.
Pamong desa setempat, Agus, khawatir curah hujan yang intens pada pekan ini berpotensi memutus jalan tersebut.
Ia menjelaskan jalan yang merupakan akses warga ke luar daerah melalui desa tetangga yakni Desa Sidang Muara Jaya ini memang kerap terputus.
"Untuk ke Sidang Muara Jaya, warga harus berjalan kaki, kadang dengan perahu agar sampai ke tujuan," ujarnya, Senin (12/10/2020).
Selain itu, dampak banjir yang sering datang saat malam hari, mengakibatkan kepanikan massal .
"Kalau malam air naik. Warga panik, harus cepat membereskan tempat tidur, mengangkat barang-barang yang tergenang air," katanya.
Situasi seperti itu, menurut dia, sudah terjadi sejak awal 2019 sampai sekarang.
Meluapnya air kanal juga berdampak pada tanaman padi warga. Ia mengatakan saat ini harga gabah hanya Rp3700 per kilogram.
Karena banjir, transportasi dialihkan melalui jalur air. Sehingga tengkulak yang biasanya masuk lewat akses darat, harus memakai perahu dengan menambah biaya transportasi yang dibebankan ke petani dengan menurunkan harga gabah.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
