Agen Travel Jual Potensi Wisata di Lampung Barat
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Perkumpulan agen travel dari beberapa wilayah di luar Lampung yang tergabung dalam Indonesia Fighter Tourism Association (IFTA) berkunjung ke Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Senin (14/6/2021).
Ketua Umum IFTA, Hendra Perdana, mengatakan dirinya beserta rombongan selama tiga hari akan mengeksplorasi destinasi wisata, agrowisata, dan kearifan lokal di Lambar.
"Tujuannya tentu untuk paket wisata. Ketika di Jakarta ada yang ingin berwisata di Lambar akan kita tawarkan lokasi wisata sekaligus paket harganya melalui agen travel kita masing-masing," papar Hendra.
Alasan lain, kata Hendra, ketertarikan pihaknya bersama rombongan di Lambar ialah perihal potensi yang tidak dimiliki oleh daerah lain.
"Hasil survei kita beberapa waktu lalu di Lambar memiliki kebudayaan, potensi alam dan agrowisata yang khas, salah satunya iya sekarang ini kopi luwak," ungkapnya.
Lanjut Hendra, wadah travel agen yang baru berumur satu tahun tersebut untuk mengenalkan lokasi tujuan wisata di luar lima Destinasi Super Prioritas (DSP), yang difokuskan Kemenparekraf yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.
"Kita mengeksplorasi di luar lima DSP itu. Nah Lambar sejauh ini satu-satunya dari kabupaten lain yang layak kita promosikan serta bernilai jual. Nantinya Lambar akan kita masukan lokasi tujuan di platform infolibur.com, lamannya bisa dikunjungi kok," ungkap Hendra.
Sementara, owner Ratu Luwak Coffee Liwa, Sapri, mengucapkan terima kasih kepada rombongan yang telah bersedia singgah di kedai Ratu Luwak untuk menikmati cita rasa kopi Lambar.
"Saya sangat berterima kasih atas kunjungan IFTA, yang mana dapat dengan langsung menyaksikan pengolahan kopi luwak, mulai dari penangkaran luwak, hingga pengolahan kopi, sampai pada menikmati cita rasa kopi luwak," ucap Sapri.
Dia berharap ke depannya kopi Ratu Luwak dapat menjadi rekomendasi agrowisata untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Lambar.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
