169 Ribu Vaksin PMK Didistribusikan Selama Januari-Maret
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat langkah pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui percepatan vaksinasi dan koordinasi lintas daerah.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lily Mawarti, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan upaya strategis untuk mempercepat pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), khususnya PMK, yang masih menjadi perhatian nasional.
“Pemprov Lampung telah mendapatkan alokasi vaksin PMK sebanyak 338.000 dosis pada tahun 2026, yang akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama Januari hingga Maret sebanyak 169.000 dosis dan tahap kedua Juni hingga Agustus sebanyak 169.000 dosis,” ujar Lily dalam keterangannya, Jumat 27 Maret 2026.
Ia menyebutkan, hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 169.000 dosis vaksin tahap awal telah diterima. Dari jumlah tersebut, sekitar 100.000 dosis telah didistribusikan ke kabupaten/kota dengan realisasi vaksinasi mencapai 61.739 dosis atau 61 persen.
“Distribusi akan terus dilanjutkan, termasuk penyaluran tambahan pada awal April untuk memastikan cakupan vaksinasi semakin luas,” tambahnya.
Selain vaksin, Pemprov Lampung juga telah menerima bantuan obat-obatan dan desinfektan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI pada Maret 2026. Bantuan tersebut meliputi 120 botol antibiotik, 72 botol analgesik, 60 botol multivitamin, 2.500 strip obat cacing, serta 100 liter desinfektan.
“Seluruh bantuan ini akan didistribusikan bersamaan dengan vaksin tahap berikutnya untuk memperkuat upaya penanganan di lapangan,” jelas Lily.
PMK sendiri merupakan penyakit akibat virus yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Penyakit ini sangat menular, baik melalui udara, kontak langsung, maupun peralatan dan manusia yang terkontaminasi.
Untuk itu, Lily menegaskan pentingnya langkah pencegahan terpadu, mulai dari pembatasan lalu lintas ternak, peningkatan biosekuriti, hingga vaksinasi sesuai standar operasional prosedur.
“Vaksinasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan kekebalan ternak. Pelaksanaannya harus sesuai SOP, mulai dari usia minimal ternak hingga jadwal pengulangan vaksin,” ujarnya.
Vaksin pmk
pmk
peternakan
dinas peternakan dan kesehatan hewan Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
