Lamsel Gunakan Sekolah Siaga Kependudukan Untuk Generasi Hebat 2045
Ahmad Kurdy
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) menggelar Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tahun 2025 di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kamis (14/8/2025).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas PPKB Lampung Selatan Rika Wati, menekankan pentingnya pendidikan kependudukan sejak dini untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“SSK menjadi sarana penting untuk memberikan informasi dan edukasi kepada peserta didik mengenai isu-isu kependudukan. Melalui program ini, diharapkan lahir generasi muda yang lebih siap, produktif, dan sadar akan pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga,” ujar Rika saat menyampaikan sambutan.
Program SSK mengintegrasikan materi kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam pelajaran atau muatan lokal di sekolah.
Tujuannya meliputi peningkatan pemahaman siswa terhadap isu kependudukan, pembentukan generasi berkualitas, peningkatan kesadaran akan kesehatan reproduksi, serta mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan.
Selain itu, SSK diharapkan membawa manfaat strategis, mulai dari meningkatkan literasi kependudukan, membangun generasi kritis dan bertanggung jawab, menekan angka putus sekolah, hingga mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Rika Wati menambahkan, Dinas PPKB bersama dinas terkait akan memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan SSK di sekolah berjalan efektif dan sesuai tujuan.
Program ini juga memuat edukasi mengenai pertumbuhan penduduk, pernikahan dini, kesehatan mental, dan kesehatan reproduksi.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang luas bagi seluruh peserta dan dapat diimplementasikan dengan baik sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tutupnya. (*)
Sekolah siaga
Lampung Selatan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
