PWI dan KONI Lampung Kolaborasi Matangkan Persiapan Porwanas dan HPN 2027
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung beraudiensi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung guna mematangkan persiapan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) dan Hari Pers Nasional (HPN) 2027.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, menegaskan kesiapan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan dua agenda nasional tersebut.
Menurut Taufik, Porwanas dan HPN bukan hanya menjadi ajang nasional bagi insan pers, tetapi juga momentum penting untuk mendorong kemajuan olahraga daerah sekaligus bagian dari langkah strategis menuju target prestasi olahraga Lampung pada 2032.
“KONI berupaya agar berbagai cabang olahraga bisa dilaksanakan di Lampung sehingga mampu menghadirkan atlet-atlet terbaik Indonesia dan membangkitkan semangat olahraga masyarakat,” kata Taufik.
Ia menambahkan, selain fokus pada Porwanas dan HPN 2027, KONI Lampung juga tengah menyiapkan sejumlah agenda olahraga lainnya, seperti Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri serta persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Dalam waktu dekat, Lampung juga dijadwalkan menjadi tuan rumah berbagai event olahraga tingkat nasional. Untuk mendukung keterbukaan informasi olahraga daerah, KONI Lampung disebut telah meluncurkan website khusus yang memuat perkembangan dunia olahraga di Lampung agar dapat diakses masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, mengatakan Porwanas dan HPN 2027 diperkirakan akan dihadiri hampir 5.000 wartawan dari seluruh Indonesia. Karena itu, dukungan seluruh pihak, termasuk KONI Lampung, dinilai sangat penting demi kesuksesan penyelenggaraan acara tersebut.
“PWI tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk KONI sebagai garda terdepan olahraga di Lampung,” ujarnya.
Porwanas
PON Lampung
Porwanas Lampung
PWI Lampung
KONI lampung
Wirahadikusumah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
