Dua Belas Jam, Krakatau Meletus 216 Kali
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terus terjadi. Sejak Rabu (3/10/2018) dini hari hingga pukul 12.00 WIB atau selama 12 jam terjadi letusan sebanyak 216 kali.
Kepala Pos Pemantauan GAK di Desa Hargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, mengatakan dari pukul 00.00-06.00 WIB tercatat letusan gunung disertai kegempaan tremor menerus.
"Letusan yang terjadi tercatat 67 kejadian dengan amplitudo 30-50 mm dan durasi 45-189 detik. Terekam juga tremor menerus dengan amplituda 3-40 mm, amp dominan 35 mm," beber Andi.
Dia menjelaskan, peningkatan erupsi terjadi selepas pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
"Letusannya terjadi sebanyak 149 kali dengan amplitudo 30-50 mm dan durasi 32-211 detik. Kegempaan tremor menerus juga terekam dengan amplituda 3-40 mm, amp dominan 30 mm," ungkapnya.
Sementara untuk Selasa (2/10/2018), letusan juga terjadi hingga 156 kali.
"Untuk vulkanik dangkal terjadi sebanyak dua kali amplitudo 6 mm dan durasi 3-6 detik. Tercatat dari pos pantau kita tremor harmonik sebanyak tiga kali dengan rata amplituda 10 mm durasi tiga detik," kata Andi, Rabu (3/10/2018).
Dia menjelaskan, gempa tremor menerus juga masih terus terekam.
"Tremor menerus amplituda 5 - 50 mm dengan amp dominan 45 mm," terangnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak percaya dengan kabar hoaks yang marak muncul.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
