Paham Radikal dan Terorisme Masih Mengancam

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

12 Mei 2025 11:20 WIB
Perspektif | Rilis ID
Tampan Fernando Hasugian, Wartawan Rilis.id
Rilis ID
Tampan Fernando Hasugian, Wartawan Rilis.id

RILISID, Bandar Lampung — Saya baru mendapat informasi mengejutkan dari seorang narasumber tentang ancaman terorisme dan radikalisme di Provinsi Lampung.

Narasumber itu adalah seseorang yang konsen dalam hal pencegahan terorisme. Namun tak bisa saya sebutkan identitasnya.

Ia mengungkap saat ini kondisi Lampung memang terlihat aman dan kondusif. Namun ancaman terorisme itu masih sangat besar dan berbahaya. Hal itu karena banyak masyarakat Lampung yang sudah terpapar paham radikalisme dan didoktrin menolak keberagaman.

Bahkan baru-baru ini digelar pembinaan wawasan kebangsaa bagi mantan napiter dan warga yang terpapar radikalisme. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 700an orang.

Saya pun kaget mendengar jumlahnya yang sebanayk itu. Saya lalu menanyakan kapan dan dimana pembinaan itu digelar.

Namun narsum menyebut kegiatan itu memang sifatnya classified alias rahasia. Sehingga tak mengundang satupun awak media untuk meliput.

Yang lebih mengagetkan lagi, dalam pembinaan itu bukan hanya orang-orang berusia dewasa, di atas 30-50 tahun, banyak juga yang masih berusia remaja.

Ada juga di antaranya yang sehari-hari bekerja di pemerintahan. Hal itu membuktikan bahwa paham radikalisme tidak memandang usia, ataupun status sosial.

Dalam kegiatan itu, terungkap bahwa anak-anak remaja yang terpapar paham radikal juga ada yang sudah mahir merakit bom dan siap meledakkan bom bunuh diri.

Kondisi ini jelas memprihatinkan sekaligus perlu diwaspadai. Karena sudah sangat lama tidak terdengar ada kasus terorisme di Lampung.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

radikalisme

paham radikal

Terorisme

FKPT Lampung

BNPT

keberagaman

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya