Lampung dan Janji Industri Pertahanan yang Hilang

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

9 Juli 2025 12:56 WIB
Perspektif | Rilis ID
Tampan Fernando Hasugian, Wartawan Rilis.id
Rilis ID
Tampan Fernando Hasugian, Wartawan Rilis.id

Dari cerita itu kita belajar bahwa gagasan besar tanpa peta jalan yang konkret biasanya akan menguap. Terlebih, pemindahan industri pertahanan tentu memerlukan perencanaan lintas sektor dan dana yang besar. Termasuk kesiapan infrastruktur, dukungan SDM, serta jaminan keamanan.

Selain itu, pergantian kepemimpinan politik juga sering kali menggagalkan rencana pembangunan dari pemimpin sebelumnya. Pemimpin baru kerap membawa perubahan arah kebijakan secara total.

Sebagai catatan, di era Ridho ada mega proyek lain yang mulai dibangun tapi dibatalkan oleh Arinal, yaitu pembangunan observatorium teropong bintang di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman, Pesawaran.

Selain itu, RTH Taman Gajah di Lapangan Enggal yang menjadi tempat masyarakat beraktivitas juga dibongkar habis dan diganti menjadi masjid.

Lantas, apakah saat ini masih relevan jika wacana pemindahan industri pertahanan dari Jawa ke Lampung dibahas kembali? Jika melihat upaya efisiensi yang sedang dijalankan pemerintah pusat, rasanya tidak.

Karena jangankan membangun pabrik baru, berbagai program yang sudah ada pun banyak yang dipangkas demi penghematan anggaran. Namun yang pasti, Lampung dengan segala potensinya akan selalu siap jika ditunjuk menjadi pusat industri pertahanan tanah air. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Tampan Fernando Hasugian

Opini

industri pertahanan

Lampung

Arinal

Ridho Ficardo

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya