Kalau Mau Mencoba, Jangan Coba-coba
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — “Mencoba” dan “coba-coba” adalah dua kata yang tampak mirip. Keduanya berasal dari akar kata yang sama: coba.
Namun makna keduanya ternyata sangat berbeda. Mencoba identik dengan sebuah upaya sungguh-sungguh untuk mencapai hasil tertentu.
Sementara coba-coba lebih dekat dengan sikap iseng atau sekadar “mana tahu berhasil”.
Karena maknanya berbeda, hasilnya pun berbeda. Ketika kita mencoba mengikuti sebuah perlombaan atau seleksi, kita melakukannya dengan niat untuk lolos atau menang.
Niat itu menuntut persiapan. Dan persiapan yang serius tidak bisa setengah-setengah: harus penuh, maksimal, sejauh yang bisa kita usahakan. Dengan kesiapan seperti itu, peluang untuk berhasil menjadi lebih besar.
Sebaliknya, ketika kita hanya coba-coba, biasanya tidak ada dorongan yang kuat untuk memberikan usaha terbaik.
Kita maju dengan kemampuan seadanya, berharap pada keberuntungan atau keajaiban.
Ironisnya, orang yang hanya sekadar coba-coba sering punya mimpi besar. Mereka berharap usaha minimal bisa menghasilkan pencapaian maksimal. Padahal realitasnya tidak demikian.
Faktanya, bahkan ketika kita berlatih keras dan mempersiapkan segala hal sebaik mungkin, peluang gagal tetap ada.
Kita tidak pernah tahu sejauh apa persiapan dan kemampuan pesaing kita.
opini Rilis
Tampan Fernando
mencoba
coba coba
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
