Jalan Pulang Ken Setiawan: Dulu Radikal Kini Penyebar Virus Cinta
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Pernah tiga tahun menjadi anggota NII, Ken Setiawan kini kembali ke pangkuan NKRI. Ia bersyukur pernah terjebak dalam organisasi itu. Pengalaman pahit itu justru mengantarkannya menemukan makna cinta dalam keberagaman dan mengubah cara pandangnya terhadap agama dan Tuhan.
Senyum ramah merekah dari wajah Ken Setiawan ketika menyambut kedatangan Rilis.id di rumahnya di Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, Senin pagi, 19 Mei 2025.
Pria berambut gondrong itu langsung mengajak masuk dan mempersilakan duduk di kursi gaming miliknya.
Di ruang tamu beralaskan karpet sederhana, tampak deretan komputer dan laptop memenuhi meja panjang.
“Ini punya Abang semua?” tanya saya.
“Bukan, itu punya anak saya,” jawab Ken sembari tersenyum.
Saya langsung teringat, Ken adalah ayah dari Fitria Khasanah, developer game termuda asal Lampung yang kini masih duduk di bangku kelas 1 SMP.
Lahir dengan nama Kurniawan, pria kelahiran 10 Oktober 1979 ini bercerita panjang tentang jalan tobatnya—dari seorang yang pernah terlibat dalam gerakan radikal, menjadi penyebar pesan cinta lintas iman.
Awalnya menjadi anggota Negara Islam Indonesia (NII) bukanlah rencana, apalai niatnya. Semua bermula dari perjalanan ke Jakarta, Jumat 13 Oktober 2000. Saat itu, Ken berangkat untuk mengikuti turnamen pencak silat mewakili Jawa Tengah, tempat tinggalnya di Kebumen.
Ia tiba di ibu kota tengah malam dan kebingungan mencari tempat menginap. Seorang teman kemudian menawarkan tempat tinggal, yang belakangan diketahui merupakan markas aktivis NII di kawasan Pulo Gadung.
Ken Setiawan
NII
mantan teroris
FKPT Lampung
BNPT
Tampan Fernando
jalan tobat
terorisme
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
