Ide Adalah Kunci
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Saya bersyukur, untuk kesekian kalinya, berhasil menjuarai lomba karya jurnalistik. Yang terbaru, saya meraih juara 1 dalam Lomba Menulis Tinta Emas yang digelar oleh FKPT Lampung.
Beberapa teman bertanya apa tips dan triknya agar bisa menjuarai lomba karya tulis. Ada yang berkomentar di media sosial sekadar basa-basi. Namun, ada juga yang langsung bertanya lewat jalur pribadi.
Yang chat japri (jalur pribadi) ini saya anggap sebagai bentuk keseriusan mereka untuk benar-benar ingin tahu.
Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi tips. Bukan untuk menggurui atau merasa sudah hebat, tapi semata-mata berdasar pada pengalaman pribadi.
Menjadi juara lomba karya tulis bukanlah proses yang instan. Sebelumnya, saya sudah belasan kali mengikuti lomba, dan berkali-kali pula mengalami kekalahan.
Bahkan, dalam beberapa lomba, saya merasa peluang menang sudah di depan mata setelah membandingkan tulisan saya dengan karya peserta lain. Tapi ternyata, hasil akhirnya tetap kalah.
Kecewa? Tentu. Karena saya merasa sudah mengerahkan usaha terbaik. Namun, dari berbagai kekalahan itu saya terus belajar dan mengasah kemampuan.
Setelah mencoba dan terus mencoba, akhirnya saya menemukan satu formula penting: ide adalah kunci. Hal paling utama yang menentukan apakah tulisan kita berpeluang juara atau tidak, terletak pada kekuatan idenya.
Semakin menarik dan orisinal (bukan hasil copy paste) idenya, maka semakin besar peluang tulisan kita menarik perhatian dewan juri untuk membaca lebih lanjut.
Setelah ide, barulah kita bicara tentang formula lain—seperti kelengkapan data, narasumber yang relevan, hingga pemilihan sudut pandang yang menarik.
opini
lomba karya tulis
karya jurnalistik
wartawan Rilis.id
tips menulis
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
