Dua Paul, Satu Semangat
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Oleh: Tampan Fernando Hasugian
Sepak bola Lampung menemukan kembali denyut nadinya. Setelah sekian lama hanya menjadi penonton dalam kancah sepak bola nasional, kini harapan itu datang lagi bernama Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Klub berjuluk The Guardians itu kini dipoles oleh seorang pelatih yang namanya cukup menggema: Paul Munster.
Menariknya, nama ini seperti membangkitkan kenangan bagi pencinta sepak bola Lampung. Tiga dekade lalu, publik sepak bola daerah ini juga pernah menaruh harapan besar pada sosok pelatih asing lain yang juga bernama Paul.
Ya, Paul Cumming, pelatih asal Inggris yang menjadi legenda sepakbola di Indonesia, terutama di Lampung. Dua “Paul”, dua zaman, tapi satu semangat: membangkitkan kejayaan sepak bola Lampung.
Di eranya, Paul Cumming membesut klub PSBL selama 7 tahun. Durasi kerja yang tidak lazim mengingat pada masa itu umumnya pelatih klub hanya diberi kontrak tahunan.
Paul datang ke Lampung pada 1991. Dan membawa PSBL meraih tiket promosi ke Divisi Utama pada 1996. Ia berhasil mengarsiteki klub yang saat itu baru ‘seumur jagung’ dan membawa tim tampil solid di ajang nasional.
Kini, sejarah seolah mengulang diri. Bhayangkara FC yang memilih bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, mengangkat Paul Munster sebagai nakhoda untuk mengarungi Liga 1 musim 2025/2026.
Munster bukan pelatih sembarangan. Pria asal Irlandia Utara ini punya rekam jejak yang menjanjikan. Pernah menukangi timnas dan beberapa klub di Asia, dan terakhir di Persebaya Surabaya.
Munster dikenal sebagai pelatih visioner yang menyukai sepak bola menyerang dan efisien. Kehadirannya di klub menjadi simbol keseriusan.
Paul Munster
Bhayangkara FC
The Guardians
Liga 1
Sepakbola Lampung
Paul Cumming
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
