Cangkul dan Laptop: Alat Berbeda, Akarnya Sama
lampung@rilis.id
-
Yang satu nanam padi, yang satu bikin regulasi kebijakan pertanian.
Yang satu jualan di pasar, yang satu bikin platform agritech.
Mau pakai cangkul atau laptop, dua-duanya bisa berkontribusi.
PNS di Dinas Pertanian, bisa bantu petani lewat regulasi, penyuluhan, atau pendanaan.
Bekerja di startup agritech, bantu petani naik kelas lewat digitalisasi pertanian.
Menjadi peneliti atau akademisi, mengembangkan teknologi pertanian buat masa depan.
Buka usaha agribisnis, bisa tetap kerja kantoran tapi juga punya bisnis pertanian.
Selama masih ada kepedulian terhadap sektor pertanian, Posisi kita yang di kantor tidak membuat kita menjadi “pengkhianat pertanian.”
Bagaimana kita bisa cerdas berbagi ide dan menempatkan diri dengan baik untuk membantu pertanian tetap eksis dalam gempuran sektor-sektor lain.
Bertani itu tidak harus selalu turun ke sawah atau kebun. Ada yang berkeringat di ladang, ada yang bekerja di sistem. Tapi, kalau semua anak pertanian lebih memilih laptop daripada cangkul, siapa yang mau menanam?
Cangkul dan Laptop
Alat Berbeda
Akarnya Sama
Syanda Giantara
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
