Cangkul dan Laptop: Alat Berbeda, Akarnya Sama

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

-

9 Februari 2025 13:07 WIB
Perspektif | Rilis ID
M. Syanda Giantara Ali K.M, S.P., M.P Alumi Magister Agronomi Universitas Lampung, Anggota IKAPERTA UNILA. Ilustrasi: Kalbi Rikardo/ Rilis.id
Rilis ID
M. Syanda Giantara Ali K.M, S.P., M.P Alumi Magister Agronomi Universitas Lampung, Anggota IKAPERTA UNILA. Ilustrasi: Kalbi Rikardo/ Rilis.id

Yang satu nanam padi, yang satu bikin regulasi kebijakan pertanian.

Yang satu jualan di pasar, yang satu bikin platform agritech.

Mau pakai cangkul atau laptop, dua-duanya bisa berkontribusi.

PNS di Dinas Pertanian, bisa bantu petani lewat regulasi, penyuluhan, atau pendanaan.

Bekerja di startup agritech, bantu petani naik kelas lewat digitalisasi pertanian.

Menjadi peneliti atau akademisi, mengembangkan teknologi pertanian buat masa depan.

Buka usaha agribisnis, bisa tetap kerja kantoran tapi juga punya bisnis pertanian.

Selama masih ada kepedulian terhadap sektor pertanian, Posisi kita yang di kantor tidak membuat kita menjadi “pengkhianat pertanian.”

Bagaimana kita bisa cerdas berbagi ide dan menempatkan diri dengan baik untuk membantu pertanian tetap eksis dalam gempuran sektor-sektor lain.

Bertani itu tidak harus selalu turun ke sawah atau kebun. Ada yang berkeringat di ladang, ada yang bekerja di sistem. Tapi, kalau semua anak pertanian lebih memilih laptop daripada cangkul, siapa yang mau menanam?

Menampilkan halaman 3 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Cangkul dan Laptop

Alat Berbeda

Akarnya Sama

Syanda Giantara

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya