Susu, Sumber Zat Gizi yang Tak Boleh Diabaikan
lampung@rilis.id
RILISID, — EMPAT Sehat Lima Sempurna. Masih ingat dengan slogan ini? Ya, ini terkait dengan pola makan yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari.
Empat sehat terdiri dari nasi (sumber karbohidrat), lauk pauk (sumber protein), sayur dan buah (sumber serat, vitamin, dan mineral). Disempurnakan dengan lima, yaitu susu.
Namun pola konsumsi ini telah berganti seiring dengan perubahan gaya hidup manusia Indonesia modern, yaitu B2SA (beragam, bergizi, seimbang, dan aman).
Lalu, apakah susu sebagai penyempurna pada pola konsumsi empat sehat lima sempurna masih penting pada pola konsumsi B2SA?
Susu adalah cairan berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia (manusia, kerbau, sapi, kambing, domba, unta, kuda, keledai dan sebagainya).
Susu merupakan sumber zat gizi penting bagi manusia, terutama bayi yang baru lahir. Kandungannya komponen gizi lengkap, yaitu karbohidrat, lemak, asam lemak, protein, asam amino (18), kolesterol, vitamin (9), dan mineral (10).
Karbohidrat susu adalah laktosa yang memberikan rasa manis pada susu. Asam lemak susu terdiri dari 3 jenis, yaitu asam lemak rantai pendek (SFA), asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA), dan asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA).
Protein susu terdiri dari tiga komponen besar, yaitu protein kasein, protein whey, dan protein terkait dengan membran globula lemak susu.
Asam amino susu dan produk olahan susu meliputi asam amino esensial (isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptopan, valin, dan histidin) dan non esensial (sistein, tirosin, dan arginin).
Vitamin susu terdiri dari vitamin larut air (tiamin, riboflavin, niasin, B6, folat, B12, dan C) dan vitamin larut lemak (A, D, dan E). Mineral susu, yaitu kalsium, fosfor, sodium, potasium, magnesium, besi, zink, tembaga, dan iodine. Garam-garam mineral ini memberikan rasa sedikit asin pada susu.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
