Secangkir Kopi, Secercah Harapan

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

-

11 Juni 2023 17:10 WIB
Perspektif | Rilis ID
Ir. Novalia, S.P., M.Si., Penyuluh Pertanian Ahli Madya Dinas Perkebunan Provinsi Lampung. Ilustrasi: Kalbi
Rilis ID
Ir. Novalia, S.P., M.Si., Penyuluh Pertanian Ahli Madya Dinas Perkebunan Provinsi Lampung. Ilustrasi: Kalbi

Sedangkan budidaya adaftif adalah:

(1) menggunakan klon unggul lokal yang telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar,

(2) melakukan pemangkasan tanaman penaung bila kondisi cuaca hujan sepanjang tahun sehingga kelembaban kebun akan terjaga dan terhindar dari serangan hama dan penyakit, dan

(3) petani harus up to date dan mendapatkan informasi prakiraan cuaca dalam 1 tahun ke depan.

Dengan melakukan budidaya yang produktif dan adaftif, penulis yakin tahun depan petani akan berjaya dan akan menghasilkan kopi 3-4 ton/ha. 

Penulis juga memprediksi sampai tahun 2026 harga kopi masih tinggi karena negara produsen kopi nomor 1 dunia (Brazil) masih belum bisa memproduksi kopi secara normal karena banyak tanaman kopinya masih dalam tahap pertumbuhan.

Penulis membayangkan bila tahun depan petani kopi Lampung bisa menghasilkan 3 ton saja dengan harga kopi misalnya Rp35.000, maka pendapatan petani kopi akan mencapai lebih dari Rp100 juta.

Saat itu, tak akan terlihat lagi keluhan petani. Hanya ada senyum merekah karena kopi Lampung berjaya. Tabik. (*)

Menampilkan halaman 6 dari 7

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Kopi Lampung

Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya