Secangkir Kopi, Secercah Harapan
lampung@rilis.id
-
Analisa dilakukan pada berkurangnya luas lahan, produksi terus menurun, konsumsi kopi meningkat per tahun, dan analisa iklim, sehingga diprediksi 2023-2026 terjadi kelangkaan kopi di Indonesia.
Tahun lalu produksi kopi nasional mencapai 775 ribu ton, dengan konsumsi domestik mencapai 370 ribu ton.
Menurut analisa penulis, tahun ini produksi kopi turun sampai 50% artinya, produksi nasional akan dikisaran 400 ribu ton. Dan, produksi ini hanya bisa mencukupi konsumsi lokal.
Tentunya ini akan berdampak pada penurunan nilai ekspor Indonesia, kedai/kafe dan UMKM yang bergerak di perkopian.
Untuk mengantisipasi hal tersebut petani Indonesia khususnya Lampung harus segera membangun mindset baru dalam budidaya kopi, dengan merubah pola budidaya tradisional menjadi budiya kopi yang produktif dan adaftif.
Budidaya produktif yang dimaksud adalah (1) menggunakan pupuk yang seimbang (misal menggunakan pupuk NPK dengan dosis 400-500 kg/ha),
(2) manajemen percabangan dengan membuang cabang-cabang yang tidak produktif (cabang B3, cabang kipas, cabang cacing, dan cabang balik),
(3) melakukan panen petik merah, karena untuk mendapatkan 1 kg green bean membutuhkan 5-6 kg red cherry, sedangkan petik asalan membutuhkan 8-10 kg cherry untuk menjadi 1 kg green bean,
(4) pergiliran panen dalam kelompok tani sehingga bisa menekan biaya tenaga kerja, dan
(5) melakukan tumpang sari pada tanaman kopi untuk menopang penghidupan petani selama menunggu panen kopi.
Kopi Lampung
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
