Perang Hoaks di Kasus Kematian Brigadir J
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — PASCA terbunuhnya Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), banyak berita atau informasi bohong (hoaks) berkelindan.
Yang lebih membahayakan lagi, kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua ini mendapat sorotan luar biasa dari publik.
Karena hoaks banyak beredar, sudah barang tentu banyak masyarakat pula yang tereksposur kebohongannya.
Dilalah-nya, kasus kematian Brigadir Yosua menjadi topik percakapan di warung kopi hingga Gedung perkantoran.
Jika masyarakat meyakini sebuah hoaks lalu mempercakapkan dengan orang sekitarnya, maka transmisi hoaks ke masyarakat lain akan lebih cepat dibandingkan fakta sebenarnya.
Memang tidak bisa terbendung, antusias dan tingginya rasa penasaran masyarakat atas kasus meninggalnya Brigadir Yosua.
Sampai-sampai Presiden Joko Widodo memerintahkan pihak kepolisian agar menuntaskan kasus ini secara transparan. Agar masyarakat mendapat informasi dan edukasi proses hukum yang benar.
Sebenarnya, ada beberapa pemicu tingginya perhatian masyarakat atas kasus ini.
Pertama, kasus ini melibatkan polisi berpangkat rendah, para perwira menengah hingga jenderal di kepolisian.
Saat ini Ferdy Sambo, jenderal bintang dua, sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Brigadir J
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
