Pendidikan Seks Anak Usia Dini

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

8 April 2021 06:58 WIB
Perspektif | Rilis ID
Wardoyo, SKM., M.Kes., Widyaiswara Badan Kepegawaian dan Diklat Lampung Selatan
Rilis ID
Wardoyo, SKM., M.Kes., Widyaiswara Badan Kepegawaian dan Diklat Lampung Selatan

Lewat pendidikan seks diharapkan dapat menghindarkan anak dari risiko negatif perilaku seksual maupun menyimpang. Dengan sendirinya anak diharapkan tahu mengenai seksualitas dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, dan adat istiadat. Serta dampak penyakit yang bisa ditimbulkan dari penyimpangan tersebut, misalnya penyakit gonore, sipilis, dan HIV/Aids.

Untuk membahas masalah seks pada anak memang tidak mudah. Apalagi yang ada di dalam pikiran orang tua ketika mendengar kalimat ”pendidikan seks di usia dini” adalah mengajarkan anak untuk berhubungan seksual. Sehingga orang tua menjadi enggan.

Menurut Dr Rose Mini AP MPsi, seorang psikolog pendidikan, seks bagi anak wajib diberikan orang tua sedini mungkin.

Tidak ada cara instan untuk mengajarkan seks pada anak kecuali melakukannya setahap demi setahap sejak dini. Kita dapat mengajarkan anak mulai dari hal yang sederhana dan menjadikannya sebagai satu kebiasaan sehari-hari.

Tanamkan pengertian pada anak layaknya kita memberikan pemahaman tentang agama. Kita tahu tidak mungkin mengajarkan agama hanya dalam tempo satu hari dan lantas berharap anak mampu menjalankan ibadah. Demikian juga untuk seks.

Pengenalan seks pada anak dapat dimulai dari pengenalan mengenai anatomi tubuh kemudian meningkat pada pendidikan mengenai cara berkembang biak makhluk hidup, yakni pada manusia dan binatang. Nah, kalau sudah tahu, orang tua dapat memberi contoh apa saja dampak-dampak yang akan diterima.

Salah satu cara menyampaikan pendidikan seksual pada anak dapat dimulai dengan mengajari mereka membersihkan alat kelaminnya sendiri. Dengan cara ”Mengajari anak untuk membersihkan alat genitalnya dengan benar setelah buang air kecil (BAK) maupun buang air besar (BAB). Sehingga, anak dapat mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Pendidikan ini pun secara tidak langsung dapat mengajarkan anak untuk tidak sembarangan mengizinkan orang lain membersihkan alat kelaminnya.

Cara menyampaikan pendidikan seksual itu pun tidak boleh terlalu vulgar karena justru akan berdampak negatif pada anak. Di sini orang tua sebaiknya melihat faktor usia. Karena ketika anak sudah diajarkan mengenai seks, mereka akan kritis dan ingin tahu secepatnya tentang seks tersebut.

Bersikaplah jujur dan terbuka. Kita harus menyampaikan informasi yang benar dan apa adanya. Tidak boleh menjawab pertanyaan anak asal-asalan, tidak akurat, apalagi sampai melenceng dari subjek pertanyaan.

Jangan takut memberikan informasi yang jujur karena ini akan mengajari anak untuk mau juga bersikap jujur dan terbuka kepada orang tuanya.

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya