Pada Mereka Kita Patut Belajar

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

3 Juni 2021 07:00 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Wasril Purnawan
Rilis ID
Oleh: Wasril Purnawan

Cerita tentang dinamika mengajar di lembaga pendidikan pinggiran dengan fasilitas yang tak seberapa mengingatkan saya pada Laskar Pelanginya Andrea Hirata. Entah kenapa saya selalu mendapatkan energi besar saat mendengar atau bahkan menyaksikan orang-orang sederhana mengabdi penuh cinta dengan semangat perkasa melampaui semua keterbatasan. Mengatasi bangunan yang nyaris roboh, mempertahankan keberlangsungan madrasah di tengah eksodus para siswa ke sekolah-sekolah negeri atau berhentinya karena tak sanggup membayar urusan uang sekolah. 

Guru-guru tangguh yang 90 persen honorer ini mengajar di berbagai jenjang; Raudlatul Athfal (setingkat TK), Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) dan Madrasah Aliyah (setingkat SMA/SMK).

"Kok madrasah ibtidaiyahnya tidak ada?,”  

"Gara-gara ada 4 SD yang didirikan belakangan di desa ini pak,” jawab salah satu guru senior. 

Selanjutnya dalam obrolan santai itu mereka bercerita bahwa beberapa ruang belajar dipugar bahkan dibangun baru melalui sokongan guru-guru. Dan yang tak kalah menarik, semua siswa yatim disantuni secara rutin setiap bulan tanpa terkecuali.

"Kok bisa?” tanya saya penuh penasaran. 

"Iya pak, semua tak lepas dari peran bapak itu” jawab salah seorang dari mereka sambil matanya memberi isyarat menunjuk pada sahabat saya.

Ingin segera melepas rasa penasaran, saya langsung menanyakan kepada sahabat saya tentang kebenaran cerita para guru tersebut. Dengan nada agak sungkan karena saya bertanya, akhirnya ia mengakuinya. 

Diawali dengan keprihatinan pada siswa dari masyarakat yang hidup dengan segala keterbatasan terlebih siswa yatim, ia berniat membagikan sebagian uang sertifikasi yang ia terima kepada mereka. Dan itu diberikan kepada semua tanpa terkecuali dan hanya oleh dirinya seorang.

"Awalnya saya membagikannya setiap saya menerima uang sertifikasi yang dicairkan tidak rutin setiap bulan. Kadang 2 bulan sekali, bahkan tak jarang lebih dari itu,” jelasnya sambil menaiki tangga ruang kelas baru yang ingin diperlihatkan kepada saya karena belum selesai. 

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya