Meruwat Akal Sehat tentang Radikalisme
lampung@rilis.id
Dengan "bengisnya" mereka mengakrobatikkan hukum sebagai hal yang bisa dikendalikan (dari seharusnya hukum yang mengendalikan). Lantas apakah ini bukan radikalisme?
Hukum dijadikan kekuatan yang berhasil mereka "genggam" dan dijadikan senjata untuk dilempar kepada pihak yang berseberangan dan menghantam siapapun yang mencoba membuat mereka meradang karena terdeteksi telah melalukan pelanggaran terhadap norma hukum itu sendiri.
Kembali terlontar pertanyaan: apakah ini bukan yang namanya radikalisme?
Karenanya, marilah kita bersama-sama mulai berfikir bahwa radikal yang saat ini paling berbahaya di sekitar kita adalah radikalisme yang melakukan perlawanan terhadap norma hukum.
Mereka beraksi terang-terangan. Mereka punya "kekuasaan", punya pengikut yang jumlahnya tidak kecil, punya jaringan kerja yang luar biasa, punya modal sangat besar, punya "apa saja". Mereka bisa membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Mereka sangat radikal. Wallahu’alam bishawab. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
