Meruwat Akal Sehat tentang Radikalisme

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

20 Januari 2020 08:39 WIB
Perspektif | Rilis ID
Gunawan Pharrikesit, Advokat dan Pemerhati masalah Sosial, tinggal di Bandarlampung. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Kalbi Rikardo
Rilis ID
Gunawan Pharrikesit, Advokat dan Pemerhati masalah Sosial, tinggal di Bandarlampung. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Kalbi Rikardo

Dengan "bengisnya" mereka mengakrobatikkan hukum sebagai hal yang bisa dikendalikan (dari seharusnya hukum yang mengendalikan). Lantas apakah ini bukan radikalisme?

Hukum dijadikan kekuatan yang berhasil mereka "genggam" dan dijadikan senjata untuk dilempar kepada pihak yang berseberangan dan menghantam siapapun yang mencoba membuat mereka meradang karena terdeteksi telah melalukan pelanggaran terhadap norma hukum itu sendiri.

Kembali terlontar pertanyaan: apakah ini bukan yang namanya radikalisme?

Karenanya, marilah kita bersama-sama mulai berfikir bahwa radikal yang saat ini paling berbahaya di sekitar kita adalah radikalisme yang melakukan perlawanan terhadap norma hukum.

Mereka beraksi terang-terangan. Mereka punya "kekuasaan", punya pengikut yang jumlahnya tidak kecil, punya jaringan kerja yang luar biasa, punya modal sangat besar, punya "apa saja". Mereka bisa membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Mereka sangat radikal. Wallahu’alam bishawab. (*)

Menampilkan halaman 3 dari 3
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya