Manajemen Risiko dalam Proyek Sistem Informasi

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

22 Maret 2023 09:21 WIB
Kolom | Rilis ID
Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Rusliyawati, S.Kom., M.T.I.
Rilis ID
Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Rusliyawati, S.Kom., M.T.I.

RILISID, Bandarlampung — Saat mulai mengembangkan proyek sistem informasi, pasti terbersit kalimat “Bagaimana jika proyek gagal? Apa yang salah?”. Keputusasaan seorang manajer proyek pasti yang terpikir.

Menindaklanjuti hal tersebut pemikiran preventif harus dimiliki oleh seorang manajer proyek. Masalah pasti akan muncul, dan dibutuhkan strategi untuk bagaimana mengelola risiko yang ada.

Risiko kegagalan sebuah proyek pengembangan sistem menjadi isu utama yang harus diperhitungkan oleh manajemen organisasi. Penyebab utama kegagalan bisa menjadi dampak dari ketidakmampuan manajer proyek dalam mengelola isu-isu risiko dalam proyek yang bersangkutan.

Apa itu manajemen risiko pada proyek?

Risiko adalah segala sesuatu yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap tujuan dan strategi yang ingin dicapai oleh sebuah organisasi. Dalam konteks manajemen proyek, risiko diklasifikasikan sebagai masalah yang harus diidentifikasi, dikaji, dan diukur, serta ditangani dengan rencana respons risiko atau manajemen risiko.

Perbedaan manajemen risiko tergantung jenis proyek. Pada proyek berskala besar, strategi manajemen risiko dapat mencakup perencanaan terperinci yang ekstensif untuk setiap risiko dalam memastikan strategi mitigasi tersedia jika muncul masalah proyek.

Sedangkan bagi proyek yang lebih kecil, manajemen risiko dapat berupa daftar sederhana, prioritas dari risiko prioritas tinggi, menengah dan rendah.

Manajemen risiko proyek harus menjadi bagian dari proses perencanaan dengan tujuan mengetahui risiko yang mungkin terjadi, cara pengendalian risiko, dan menjamin proyek tetap pada jalur dan mencapai tujuannya. Bagan Gantt dapat digunakan sebagai alat untuk pembuatan Rencana Manajemen Risiko terperinci pencegah risiko menjadi masalah.

Bagaimana mengelola risiko?

Apakah penerapan manajemen risiko dapat meningkatkan organisasi? Jawabannya adalah ya, membangun protokol manajemen risiko dengan membuat seperangkat alat dan template yang konsisten ke dalam budaya organisasi dapat mengurangi biaya overhead dari waktu ke waktu.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Manajemen Risiko

Proyek Sistem Informasi

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya