Karir Jurnalistik Wirahadikusumah
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Pasca-SJI, Wira menempuh Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk jenjang wartawan muda pada 2011.
Lulus UKW, dia sah menjadi anggota biasa dan masuk struktur kepengurusan bidang advokasi dan hukum PWI Lampung periode 2011-2016.
Ketika itu, Wira masih bekerja di Radar Lampung, salah satu media mainstream di provinsi ini sebagai redaktur halaman Metropolis --yang khusus menyajikan berita-berita di Bandarlampung.
Pada Desember 2014, ia menjadi murid jurnalis kawakan Dahlan Iskan (DI) di Graha Pena Jakarta selama 10 hari. Tidak ada pemateri lain dalam pelatihan untuk pemimpin redaksi (pemred) ini. Hanya DI.
Di sinilah, dia sempat ’membohongi’ DI lantaran sudah jauh-jauh dari Lampung namun malah diminta pulang. Sebab, pelatihan khusus untuk pemred. Sementara, Wira masih menjadi redaktur.
Selain itu, kurikulum pelatihan sebenarnya untuk koran yang punya spesifikasi khusus. Seperti fokus pada pemberitaan kriminal, bisnis, atau politik. Tidak untuk koran umum seperti Radar Lampung.
Namun, Wira nekat beralasan Radar Lampung bakal mendirikan koran baru khusus kriminal. Dengan dalih ini, ia berhasil masuk kelas eksklusif ini.
Pada 2015, Wira dikirim ke Jawa Pos untuk pelatihan redaktur selama sepekan. Yang mendidik para panglima Jawa Pos, dengan posisi redaktur pelaksana ke atas.
Ada Leak Kustiya yang saat itu Direktur Jawa Pos, Nur Wahid (pemred) dan Abdurrohim (wakil pemred).
Pelatihan level nasional ini kemudian membawa Wira pada 1 Februari 2016 resmi sebagai Pemred Radar Lampung. Dan, lantaran Ingin fokus pada keredaksian, Wira memutuskan tidak masuk kepengurusan PWI pada 2016.
Karir Jurnalistik Wirahadikusmah
Wirahadikusmah
ketua pwi lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
