Kampus Merdeka ala Nadiem: Menghancurkan atau Menguatkan?

RILIS.ID

RILIS.ID

30 Januari 2020 06:01 WIB
Perspektif | Rilis ID
Prof. M. Budi Djatmiko, Ketua Umum APTISI Pusat; Presiden GERAAAK Indonesia; Ketua Dewan Pembina APPERTI; Ketua Dewan Pembina PT Teknik & Sains Indonesia; Ketua Umum HPTKes Indonesia; Ketua Dewan Pembina PT Kependidikan; Dewan Penasehat APTIKOM dan Ketua Dewan Pembina APPSIHI
Rilis ID
Prof. M. Budi Djatmiko, Ketua Umum APTISI Pusat; Presiden GERAAAK Indonesia; Ketua Dewan Pembina APPERTI; Ketua Dewan Pembina PT Teknik & Sains Indonesia; Ketua Umum HPTKes Indonesia; Ketua Dewan Pembina PT Kependidikan; Dewan Penasehat APTIKOM dan Ketua Dewan Pembina APPSIHI

SKS yang diambil mahasiswa di prodinya maksimal sebanyak lima dari total delapan semester. Sisanya, mahasiswa berhak memiliki pilihan untuk mengambil dua semester (setara 40 sks) di luar PT dan satu semester (20 sks) di luar prodi di PT yang sama. Hak ini bersifat sukarela dan tidak diwajibkan kepada mahasiswa untuk menggunakan tiga semester pilihan tersebut. Perubahan sks tidak berlaku untuk bidang ilmu S1 Kesehatan. Untuk saat ini, kebijakan tersebut baru berlaku untuk S1 dan politeknik.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, saya bisa menarik kesimpulan secara umum bahwa, Merdeka Belajar: Kampus merdeka, Mas Menteri tentang (1) pembukaan program studi baru, (2) sistem akreditasi perguruan tinggi, (3) kebebasan menjadi PTN-BH, dan (4) hak belajar tiga semester di luar program studi, sangat membawa angin segar dalam perubahan kampus yang jauh lebih otonom, dari paradigma lama.

Saya bisa memahami banyak masyarakat PT yang meragukan kepemimpinan Mas Menteri ini, tetapi dari tulisan saya sehari setelah mas Menteri diangkat jadi Mendikbud, saya meyakini akan datang sebuah perubahan yang sangat fundamental, dari pemikiran milenial ini.

Mas Menteri, walaupun dia datang bukan kalangan akademik mampu memberikan harapan bagi PTS Indonesia, walaupun kita bisa membaca ini baru tataran gagasan, yang belum diimplementasikan.

Jadi, apakah Kampus Merdeka ala Nadiem, akan membawa kehancuran atau menguatkan kampus? Sejatinya kebijakan Kemendikbud ini sungguh menguatkan kampus kita, asal Kemendikbud dan tim, mau menyempurnakan dari berbagai masukan, kritik, dan saran.

Dan, jauh lebih penting Mas Menteri jangan malu mendengar dan belajar secara teknis kondisi pendidikan yang ada di Indonesia. Jangan mengikuti pendahulu Anda, yang enggan mendengar harapan masyarakat, rasanya hanya pendapat dia dan kelompoknya yang paling benar.

Semoga Mas Menteri ini tidak demikian, tetap rendah hati untuk menerima pendapat semua orang dengan santun, karena sejujurnya empat jurus Kampus Merdeka ala Nadiem masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Dan masih banyak masalah PT khususnya PTS yang harus diselesaikan dengan bijak, agar Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan di masa mendatang. Semoga. (*)

Menampilkan halaman 8 dari 8
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya