Kado Natal dan Piala Dunia
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Desember 2022 ini begitu istimewa. Betapa tidak, ada dua momen penting yang sangat spektakuler terjadi. Pertama, kita baru saja usai menyaksikan turnamen terbesar Tahun 2022 ini. Ya, Piala Dunia Tahun 2022 di Qatar. Salah satu negara di jazirah Arabia.
Mata dunia benar-benar terpusat pada perhelatan besar tersebut. Pertunjukan yang menelan biaya termahal sepanjang sejarah piala dunia digelar yakni Rp3.140 Triliun. Angka yang Fantastis! Itu sebabnya, tidak ada satupun negara yang tidak terkena sihir pertunjukan empat tahunan itu. Pertunjukan yang begitu mewah dan memukau.
Ditambah selebrasi di tiap negara yang menjadi finalis pada kompetisi tingkat dunia itu. Menyaksikan dari layar kaca, jutaan orang menyambut para pahlawan mereka yang pulang dari medan laga. Ada Maroko, tim kuda hitam yang disambut jamuan istimewa oleh sang raja.
Begitu juga Kroasia yang juga dielu-elukan jutaan pendukung saat tiba di tanah airnya. Tidak ketinggalan Prancis sebagai runner up pada laga bergengsi itu juga mendapat dukungan dan sambutan hangat dari para pendukungnya. Apalagi Argentina, jutaan warga benar-benar tumpah di jalanan menyambut kembalinya tropi Piala Dunia yang sudah 36 Tahun hengkang dari negara tersebut.
Belum lagi laga final yang mempertemukan Argentina versus Prancis kali ini. Sebagai dua negara yang sudah tidak diragukan lagi dalam dunia olah raga si kulit bundar, pertemuan dua raksasa sepak bola itu dinilai sebagai final Piala Dunia terbaik. Dimana Argentina keluar sebagai Juara Dunia usai drama adu pinalti yang begitu menegangkan.
Dari pertandingan itu, sejak menit awal peluit dibunyikan, Argentina yang dipimpin sang Kapten Lionel Messi terus menjadi penentu kemenangan bagi timnya di tiap menit krusialnya. Benar-benar menjadi penyelamat. Seperti salah satu julukan yang dimilikinya yakni Messiah.
Akhirnya, kita sama-sama mengetahui FIFA mengganjar La Pulga atau Si Kutu julukan yang lebih disenangi Leo, sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2022. Namun julukan Messiah yang dilekatkan pada Lionel Messi, meski ia sendiri tidak terlalu menyukainya, tetap menjadi perhatian.
Karena Messiah, meski itu adalah penyebutan yang berlebihan untuk disematkan kepada seseorang, sudah melekat pada dirinya. Bahkan julukan itu sempat menjadi kontroversial karena dibeberapa media internasioal julukan itu lebih kepada penistaan agama. Sebab, dalam agama yang berakar dari agama Abrahamic (Yudaisme, Kristen dan Islam) Messiah adalah Sang Juruselamat pada Akhir Zaman yang akan menyelamatkan dan membebaskan manusia. Tidak sembarangan diberikan kepada seseorang.
Karena dalam bahasa aslinya Ibrani, kata Messiah adalah “Yang Diurapi”. Dengan pengertian lain adalah wakil Tuhan yang datang untuk menyelamatkan manusia atau juga Sang Juruselamat.
Nah, dari momen spektakuler dimana Argentina memenangkan Piala Dunia 2022 kali ini, dengan Messi “El-Messias” sebagai juruselamatnya. Itu bukan sebuah kebetulan. Juga demikian dengan Qatar sebagai negara semenanjung besar Arabia menjadi penyelenggara perhelatan luar biasa ini akhirnya menjadi kado Natal dari Timur Tengah bagi dunia di Desember 2022 ini.
natal
selebration
kado
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
