Kado Natal dan Piala Dunia

Juan Santoso Situmeang

Juan Santoso Situmeang

Mesuji

25 Desember 2022 07:45 WIB
Perspektif | Rilis ID
ilustrasi Natal : Yesus lahir di kandang domba (Pixabay)
Rilis ID
ilustrasi Natal : Yesus lahir di kandang domba (Pixabay)

Hal kedua yang menjadi momen besar di Desember 2022 adalah Perayaan Natal itu sendiri. Peringatan kelahiran Juru Selamat (Messiah) Yesus Kristus ke dunia.

Persis seperti julukan yang diberikan ke Messi. Seperti mengingatkan kepada kita jika ada Sang Penyelamat (Messiah) yang sebenarnya sedang diperingati kelahiranNya di tiap Desember. Kata “Yang Diurapi”,menunjuk kepada sosok Yesus Kristus yang menjadi penebus bagi manusia dua ribuan tahun lalu.

Kata Messias sendiri berasal dari bahasa Ibrani di Negara Israel yang juga wilayah Timur Tengah. Berjarak 2.139 Km dari Qatar. Hanya, kontras dengan perhelatan akbar Piala Dunia yang menelan ribuan triliun itu, ditambah selebrasi usai gelaran, baik di Qatar sendiri bahkan di tiap negara peserta yang masuk final.

Di Efrata, di Betlehem dulu, pada momen lahirnya Messiah, Yesus Kristus, bagi umat Kristen disebut sebagai Sang Juruselamat, Penebus Manusia, kondisinya berbeda. Sangat berbeda.

Tidak ada pesta selebrasi. Apalagi jutaan orang yang menyaksikan kelahiran-Nya. Hanya beberapa gembala, yang pada masa itu statusnya adalah warga kelas dua, sekelas budak menonton dengan termanggu di kandang domba.

Ya, kandang domba. Bukan Rumah Sakit Bersalin. Apalagi stadion. Seperti Stadion terbesar di Qatar, Stadion Lusail berkapasitas 90 ribu penonton dan menelan dana renovasi Rp12 Triliun itu. Tentu tidak sebanding.

Tapi justru itulah Natal yang sebenarnya. Tentang Kehadiran Tuhan ke dunia dalam kesedarhanaan. Yang kini entah siapa yang mau memaknainya seperti itu. Bisakah kita saat ini memaknainya demikian.

Natal kali ini persis Piala Dunia. Terlalu ramai selebrasi. Riuh bahkan bising. Tapi kehilangan esensinya. Hampir semua orang, saat ini, di momen ini, entah di Timur Tengah, Eropa, Amerika, Afrika sampai penjuru bumi bahkan sampai disini, Indonesia. Senang dengan perayaan. Selebrasi. Dansa dansi. Dan kehilangan makna hakiki perayaan Natal itu sendiri.

Semoga, dengan Kado Natal dari Timur Tengah kali ini mengingatkan kita kembali untuk benar-benar memaknai Natal yang sesungguhnya yaitu Kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita.

Sehigga keberadaan kita dapat dirasakan mereka yang di penjara, di pengungsian baik karena perang atau bencana alam. Di rumah sakit, bahkan kolong jembatan. Karena sekali lagi, Natal adalah tentang berbagi, tentang memberi dan mengasihi serta mengampuni.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Juan Santoso Situmeang
Tag :

natal

selebration

kado

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya