HUT Mesuji 'Friday the 13th', Berkah atau Keramat?
lampung@rilis.id
Mesuji
Dan jika melihat dari dua-tiga hari terakhir, media-media online non-mainstream di Mesuji, sudah mulai memberitakan aktivitas aparat penegak hukum (APH), yang melakukan penyelidikan pelanggaran hukum di berbagai kegiatan pembangunan fisik di Kabupaten Mesuji. Tentu, kita berharap semua itu tidak berdampak buruk bagi Kabupaten Mesuji di ulang tahunnya yang ke-13.
Meminjam ungkapan salah satu pejabat di Pemkab Mesuji, situasi di Kabupaten Mesuji saat ini diistilahkan ”Cuaca Mendung”. Setiap orang bisa menginterpretasikan apapun terhadap ungkapan tersebut. Apakah tentang melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang masih terus bermunculan. Atau aktivitas APH yang terus turun ke Mesuji mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket).
Namun yang pasti, jika cuaca mendung harus sedia payung. Antisipasi sebelum turun hujan. Atau saran bijak lainnya, menyebut kalau sedang dalam perjalanan melihat cuaca sudah mendung gelap, segeralah menepi, beristirahat sejenak. Rehat.
Jangan lupa, seduh secangkir kopi kental tanpa gula. Karena kepahitannya bisa mengingatkan pahitnya kehidupan orang-orang yang kurang beruntung di luar sana, yang bermimpi untuk hidup seperti yang kita jalani saat ini.
Dirgahayu Kabupaten Mesuji. Semoga menjadi kabupaten yang maju. Seperti logo angka 13 dan perahu, padi, dan kapas yang menggunakan warna emas dan biru, lambang kemakmuran dan kemapanan.
Terakhir, saat ini seperti layaknya wasit ingin memulai sebuah pertandingan sepakbola, koin sedang terlempar ke atas dan berputar kencang. Menunggu jatuh ke tangan wasit dan melihat sisi mata uang yang akan muncul di Friday the 13th tahun ini. Kepala atau ekor! (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
