Guru Millenial, Gurunya Zaman Digital

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

20 Desember 2019 23:45 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Laksmi Holifah
Rilis ID
Oleh: Laksmi Holifah

Melalui paparan filosofi yang terkandung dalam setiap gerakan. Obrolan santai ketika istirahat, namun melekat di hati kami. Mau tidak mau, meski kami bukan berasal dari suku Lampung, jika sudah tinggal di Lampung, harus tahu dan bisa Tari Bedana. Karena itu termasuk salah satu budaya Lampung.

Dari menjalani proses latihan itulah, akhirnya merubah pandangan saya tentang Tari Bedana.

Karena itu juga, saya menilai proses yang saya jalani itu bukan sekadar tugas kedinasan.Tapi lebih kepada tugas saya sebagai guru milenial yang punya peranan penting dalam melestarikan budaya.

Dari situ juga saya tersadar, bahwa pembentukan karakter anak didik merupakan tugas bersama dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

Ketiga pihak ini harus secara bersama-sama dan simultan melaksanakan tugas membentuk karakter anak didik.

Guru merupakan pihak dari pemerintah yang bertugas membentuk karakter anak didik, terutama selama proses pendidikan di sekolah.

Kemudian orang tua sekaligus sebagai anggota masyarakat memiliki waktu yang lebih banyak dalam membina karakter anaknya.

Keberhasilan pembentukan karakter anak didik di sekolah, apabila murid dan guru berasal dari budaya lokal yang sama.

Guru yang mengenal lebih dalam budaya lokal anak didiknya, akan lebih lancar dan lebih berhasil dalam membentuk karakter anak didiknya. Dibandingkan dengan guru yang kurang mengenal atau kurang memahami budaya lokal anak didiknya.

Ini merupakan tugas dan tantangan besar bagi guru yang ditugaskan di masyarakat. Yang budayanya berbeda dengan budaya guru bersangkutan.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya