Putri tak Diakui
lampung@rilis.id
”Saya bisa memahami kegugupan yang pasti berkali-kali lipat dihadapi Kalista tadi malam. Hanya diberi waktu menjawab 30 detik di tengah riuh rendahnya sorakan penonton,” tulis Najwa di Instagramnya.
Kalista juga sudah memberikan klarifikasi atas insiden tersebut. Melalui instagram story-nya.
Dia menuliskan: ”The biggest thing to take from tonight is that it's okay to be nervous as long as you continue to hold your head up high and stay proud of you are,” ujarnya.
”Hal terbesar yang dapat diambil dari malam ini adalah tidak apa-apa untuk (merasa) gugup selama kamu terus mengangkat kepalamu dan tetap bangga pada dirimu,” demikian jika diartikan dalam bahasa Indonesia.
Kalista juga menyatakan tak ingin terlalu memikirkan kesalahannya itu. Dia masih sangat bangga pada pencapaiannya.
”No matter what, Iam still proud of who I am and how far I've come,” tulis Kalista lagi.
”This will be something for me to learn from. It isn't the end of my journey, it's just the beginning. Stay safe, stay proud of who you are, and stay kind of each other,” katanya.
Saya juga sebenarnya sependapat dengan Najwa Shihab. Saya yakin Kalista bukannya tak hafal dasar ideologi negara Indonesia itu. Hanya karena faktor kegugupan saja.
Karenanya, saya tak mau ikut-ikutan mencemoohnya. Lagipula, tak mungkin, dia sampai ke babak enam besar Putri Indonesia, atau terpilih menjadi Putri Sumbar 2020, jika Kalista tak memiliki 3 B (Brain, Beauty, Behaviour).
Memang seakan klise. Tetapi saya yakin, seorang kontestan Putri Indonesia, pasti memiliki 3B. Termasuk Kalista.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
