Desa Miliarder
Wirahadikusumah
Usai deklarasi, mereka menggelar kirab. Dari balai desa menuju tempat wisata terkenal di desa itu: Selo Tirto Giri (Setigi).
Kirab yang dilakukan dengan mengendarai lima mobil operasional. Dan puluhan sepeda listrik. Milik desa tersebut.
Informasi yang saya dapat, desa ini sebelumnya berstatus desa tertinggal di Jawa Timur. Kini berubah menjadi Desa Miliarder.
Lima mobil operasional yang dimiliki dibeli bukan dari uang negara. Atau dana desa kucuran dari pemerintah. Tetapi dari penghasilan desa itu sendiri.
Hebatnya, kendaraan operasional untuk pemerintah desanya saja bermerek Alphard. Kemudian untuk PKK (Grand Livina). Dan untuk wisata jenis double cabin (Mazda). Lalu untuk pengurus BUMDes (Mitsubishi Xpander).
Desa Sekapuk juga memiliki satu unit mobil ambulans. Berstandar protokol kesehatan Covid-19. Yang diperuntukkan membantu warga setempat yang membutuhkan ambulans.
Tetapi, bukan karena mobil itu Sekapuk menjadi Desa Miliarder. Tetapi putaran uang di desa itu. Sektor PKK-nya yang menggerakkan ekonomi kerakyatannya saja, punya target Rp1,9 miliar pertahunnya. Lalu, BUMDes-nya ditarget Rp4 miliar. Itu memengaruhi pendapatan desa yang mencapai Rp1,5 miliar.
Aktifnya PKK dan BUMdes ini menciptakan lapangan pekerjaaan. Menurut Kepala Desanya Abdul Halim, ada 591 lapangan kerja baru tercipta.
”Kami juga ada 400 obligasi. Semua ini terwujud dengan semangat kebersamaan. Terima kasih semuanya,” ujarnya seperti yang saya kutip dari tribunnews.com.
Saya pun sempat mencari tahu sosok Abdul Halim. Sang Kades yang berhasil merubah kasta Desa Sekapuk. Dari tertinggal menjadi mandiri.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
