Cara Pencegahan Bau Mulut
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
Sedangkan, faktor psikogenik yang dipicu oleh stres dan gangguan pada kesehatan mental seperti penyakit psikiatri, stres, kecemasan, dan lain-lain..
Kondisi psikologis seseorang dapat meningkatkan atau menurunkan kesadaran seseorang akan halitosis. Lebih jauh lagi, stres dapat menyebabkan menurunnya laju alir saliva sehingga terjadi retensi plak yang menyebabkan peningkatan produksi Volatile Sulfur Compounnds yang memproduksi bakteri penyebab bau mulut, seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Selain hal-hal di atas penyebab bau mulut juga dapat disebabkan dari makan atau minuman yang mempunyai aroma yang kuat seperti bawang putih, pete, keju, ikan, dan makanan pedas.
Selain itu, kopi juga bisa menyebabkan bau mulut. Kopi mengandung sulfur, tannin, dan asam, yang diduga bisa menimbulkan bau tidak sedap pada mulut.
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat membuat mulut lebih kering sehingga lebih mudah bau. Selain itu, tembakau pada rokok juga meninggalkan zat yang akan mengendap di mulut sehingga aroma mulut menjadi tidak sedap.
Pencegahan dan Pengobatan
Tiap orang tentu ingin menghindari punya bau mulut yang tidak sedap. Bukan hanya membuat tidak percaya diri, tapi bau mulut yang tidak sedap membuat lawan bicara jadi kurang nyaman.
Komunikasi menjadi kurang berkualitas karena bau mulut yang kurang sedap. Itu sebabnya, bau mulut yang tak sedap harus segera diatasi agar tidak menimbulkan masalah lebih jauh lagi.
Pengobatan bau mulut tergantung pada penyebabnya. Cara terbaik untuk lepas dari bau mulut adalah dengan mencegah bau mulut sebelum hal tersebut terjadi. Kita dapat terhindar dari bau mulut dengan memastikan kesehatan mulut tetap terjaga.
Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah bau mulut:
Cara Pencegahan Bau Mulut
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
