Cara Pencegahan Bau Mulut
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
Penyebab Bau Mulut
Bau mulut juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu lokal, sistemik dan psikogenik. Penyebab faktor lokal berasal dari kesehatan gigi dan mulut. Kebiasaan malas menyikat gigi dapat menyebabkan sisa makanan di dalam mulut menjadi membusuk atau membentuk plak gigi (kalkulus). Sisa makanan yang menumpuk di dalam mulut dan membusuk dan membentuk plak gigi hingga membuat napas bau.
Selanjutnya, penumpukan plak pada gigi tersebut dapat memicu infeksi bakteri yang dapat menyebabkan peradagangan pada gigi dan gusi, infeksi ini juga dapat menimbulkan mulut bau (halitosis).
Kondisi membusuk inilah yang menyebabkan napas menjadi bau. Selain itu, lidah yang tidak dibersihkan juga dapat menyebabkan bakteri menumpuk dan menimbulkan bau napas.
Infeksi pada rongga mulut seperti gigi berlubang, radang gusi (gingivitis), periodontitis, dan sariawan, penyakit periodontal, infeksi rongga mulut, ulserasi mukosa, perikoronitis, juga dapat menimbulkan bau mulut.
Mulut kering dapat disebabkan oleh gangguan pada kelenjar air liur, konsumsi obat diuretik, atau tidur dengan posisi mulut terbuka.
Sementara salah satu fungsi air liur adalah untuk membersihkan mulut dari bakteri dan sisa-sisa makanan. Apabila mulut kering, maka bisa mengakibatkan bakteri dan sisa makanan lebih mudah menumpuk dan menimbulkan bau mulut.
Faktor sistemik yang berasal dari penyakit dan obat-obatan yang dikonsumsi. Gangguan kesehatan pada pasien juga dapat menyebabkan bau mulut atau halitosis.
Beberapa penyakit itu antara lain sinusitis, pneumonia, radang amandel, bronkitis, diabetes, penyakit asam lambung (Gerd), dan lain-lain. Gerd adalah kondisi asam lambung yang naik ke kerongkongan. Asam lambung itulah yang menghasilkan bau mulut setelah melalui proses pencernaan.
Obat golongan antihistamin, antidepresan, dan diuretik, merupakan contoh obat yang menimbulkan efek samping berupa mulut kering sehingga bisa menyebabkan bau mulut.
Cara Pencegahan Bau Mulut
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
