Bandingke, Demokrasi Ambang Batas di Tahun Politik

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

20 September 2022 16:26 WIB
Perspektif | Rilis ID
Wendy Melfa, Dewan Pakar PMW KAHMI Lampung
Rilis ID
Wendy Melfa, Dewan Pakar PMW KAHMI Lampung

RILISID, Bandarlampung — WONG koyo ngene kok dibanding-bandingke/ Saing-saingke//

Begitulah lirik lagu yang saat ini lagi nge-hits, pasca-dinyanyikan oleh Farel, penyanyi cilik saat perayaan HUT ke-77 RI di Istana Negara.

Sejumlah menteri kabinet, pejabat, tokoh publik yang hadir ikut bergoyang ria karena memang lirik lagunya terasa jenaka.

Diiringi musik yang gembira dan menggoda para hadirin untuk ikut berjoget.

Sontak suasana nampak menjadi begitu cair, hangat, dan ceria seolah ingin mengajak bangsa ini dalam suasana HUT kemerdekaan untuk lebih ceria dan optimistis menjejak waktu perjalanan bangsa.

Meski, di tengah kekhawatiran menghadapi meningkatnya inflasi sejumlah mata uang negara-negara, krisis energi, dan pangan dunia.

Lirik lagu itu juga bisa menyenggol aktivitas politik dalam negeri yang belakangan mulai menampakkan dinamikanya memasuki tahun politik menuju 2024.

Beberapa petinggi dan atau aktivis parpol mulai mengeluarkan jurus-jurus politiknya dalam upaya menghangatkan internal mesin dan patron politiknya.

Tetapi kehangatannya juga terasa di eksternal, atau sesungguhnya memang eksternal yang jadi targetnya.

Rezim kekuasaan dan atau parpol yang pernah tampil di panggung politik nasional juga mulai memainkan statement dan atau data perolehan sebagai pembanding capaian politik, mulai dari pembangunan fisik, angka kemiskinan, harga bahan bakar, angka pertumbuhan ekonomi, dan lain-lain.

Menampilkan halaman 1 dari 5
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya