Bahasa Siber dan Identitas Remaja

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

26 Juni 2022 08:34 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Dr. (Can) Laila Ulsi Qodriani, S.S., M.A., pakar Komunikasi Siber & Bahasa Digital
Rilis ID
Oleh: Dr. (Can) Laila Ulsi Qodriani, S.S., M.A., pakar Komunikasi Siber & Bahasa Digital

RILISID, Bandarlampung — BAHASA dan budaya adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Selayaknya dua sisi mata koin, bahasa dan budaya saling memiliki keterkaitan satu sama lain.

Saat ini, seperti kita ketahui kita telah memasuki budaya digital. Era di mana segala hal yang kita lakukan telah didukung oleh teknologi yang memudahkan segala pekerjaan kita sehari-hari.

Budaya digital yang kita alami saat ini adalah merupakan hasil dari proses berfikir dan cipta karya manusia berbasis internet yang mendukung kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seiring perkembangannya, digitalisasi juga kemudian bersentuhan dengan ranah kebahasaan. Bentuk komunikasi yang umumnya lisan telah bergeser menjadi bentuk komunikasi tekstual.

Ini terbukti dengan masifnya pemanfaatan teknologi media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya. Seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia pun berbondong-bondong ‘memaksakan’ diri untuk menjadi masyarakat digital yang kemudian disebut dengan Digital Immigrant, yaitu sebutan bagi para kaum yang lahir sebelum adanya digitalisasi.

Akan tetapi, selain para imigran, pengguna teknologi saat ini juga ada yang disebut dengan Digital Native, yaitu generasi yang memang terlahir pada era digital. Istilah ini biasanya juga mengacu pada sebutan generasi millenial, generasi Z dan Alpha, yaitu mereka yang berinteraksi secara teratur dengan teknologi.

Uniknya, ada fenomena yang menarik terjadi pada gaya berkomunikasi para gen-Z (sebutan untuk generasi Z yang lahir pada tahun 2000-an) yang mayoritasnya berusia remaja pada saat ini.

Gaya bahasa dan pemilihan kosakata yang berbeda dari umumnya membuat komunikasi yang dibangun oleh gen Z pada dunia digital memberikan cirinya tersendiri.

Ciri inilah yang kemudian secara tidak langsung memberikan gambaran mengenai identitas bagi para penggunanya.

Menurut James Marcia, seorang psikolog yang meneliti mengenai identitas remaja, pada dasarnya identitas pada remaja merupakan penjelasan tentang mereka itu sendiri yang menyangkut konsep diri dan perannya di dalam masyarakat.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Bahasa Siber

Identitas Remaja

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya