Bahasa Lampung di Bawah Bayang-bayang Kepunahan
lampung@rilis.id
-
Fenomena ini banyak ditemukan utamanya pada keluarga di daerah perkotaan. Lebih lanjut, pernikahan campur juga membuat fungsi bahasa Lampung tidak lagi menjadi alat komunikasi utama dalam keluarga.
Oleh karenanya pergeseran bahasa Lampung dapat terjadi. Padahal, dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan titik tumpu utama dan dasar bagi masyarakat tutur dalam menciptakan kegemaran berbahasa daerah.
Bahasa daerah Lampung merupakan bagian dari kebanggaan daerah Lampung, yang semestinya terus dilestarikan melalui peningkatan kembali jumlah penutur aktif.
Dari beberapa faktor yang ada setidaknya hal yang dapat dikendalikan adalah meminimalisasi faktor penyebab internal.
Caranya, dengan jalan memaksimalkan kontribusi pemerintah dan keluarga dalam menghidupkan kembali semangat bertutur bahasa daerah Lampung. (*)
Nadia Khumairatun Nisa, S.Sos, Mahasiswa Magister Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung
Bahasa Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
