Anies Baswedan, Sebuah Metamorfosa, Politik Transendental Nasdem

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Lampung

4 Oktober 2022 10:52 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Andi Surya (Akademisi Umitra Lampung)
Rilis ID
Oleh: Andi Surya (Akademisi Umitra Lampung)

RILISID, Lampung — Tatkala partai lain masih terlena lobi-lobi politik, menghitung untung rugi, merancang strategi koalisi Pilpres, untuk partai-partai yang tidak memiliki kader internal kuat menjadi pemimpin bangsa, Partai Nasdem dengan tegas, mendeklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Isu yang berkembang, seyogyanya deklarasi itu tanggal 10 September, namun dipercepat 3 September 2024. Dari sisi politik praktis, peristiwa itu merupakan terobosan belantara dinamika politik menuju 2024, 

Partai-partai yang tidak memiliki calon kuat Pilpres internal, tentu harus memilih. Ada dua tokoh sentral, yang belum memiliki tiket, yang secara elektabilitas pantas didukung. Yaitu Anies dan Ganjar.

Terlepas dari survey politik, Nasdem telah melangkah lebih cepat dan maju dengan memilih dan mendeklarasi Anies sebagai Capres, lalu menjadi pendulum arah dan peta politik nasional. 

Ibarat balap mobil formula, barangkali Nasdem memimpin kecepatan dalam menentukan sikap. Ini bukan hal yang aneh, mengingat Surya Paloh seorang pemimpin politik, sekaligus pemimpin berbagai macam usaha, yang telah banyak makan asam garam pengalaman 'urgent decicion making', yang berdampak sosial ekonomi politik. 

Metamorfosis Politik

Keputusan cepat Partai Nasdem mengusung Anies sebagai Capres, barangkali akan menjadi momentum terbentuknya metamorfosis perilaku partai politik, yaitu perubahan kebiasaan mengambil keputusan politik, yang biasanya seringkali 'injury time', yang biasanya cenderung agak bertele-tele, mengingat keputusan Capres Cawapres berkait banyak dimensi, membawa konsekuensi politik nasional semakin hangat dan ramai, sehingga partai-partai lain berhitung untuk memilih jalan sehat atau menjadi 'sprinter' seperti Nasdem

Mengapa dianggap akan terjadi perubahan atau metamorfosis perilaku politik, dalam skala internal partai, maupun antar partai, yang biasanya, keputusan politik tingkat tinggi sulit bulat, selalu lonjong, senyampang pada perubahan kepentingan, dengan keputusan Nasdem mendeklarasi Anies sebagai Capres, mau tak mau, menjadi 'warning' politik, memicu partai-partai lain untuk bersikap sama seperti Nasdem hadapi Pilpres, dengan adagium, yang telat akan tertinggal, yang cepat akan melesat. 

Di mana letak metamorfosisnya, pertama, dengan keputusan Nasdem tersebut, cenderung mendorong para pemimpin partai menjauhkan keragu-raguan (skeptisisme) dalam menentukan sikap terhadap Pilpres khususnya Capres.

Penentuan capres dan koalisi mungkin akan lebih cepat terjadi, senyampang dengan posisi Anies yang telah memiliki sebagian tiket pilpres, meski harus berkoaliasi. 

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Andi Surya

Umitra

Viral

Anies Baswedan

Nasdem

Politik

Capres

pilpres

2024

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya