Respek! PDKL Latih Anak-anak Istimewa Ini agar Mandiri secara Finansial
Gueade
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Serius tapi santai. Begitulah suasana di Gedung Sekretariat Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL), Desa Sabah Balau, Lampung Selatan, Sabtu (24/5/2025).
Sebanyak 20 anak penyandang disabilitas seperti down syndrome, autis, tunawicara, dan tunarungu, terlihat asyik mengemas berbagai keripik pisang.
Mereka duduk lesehan, berhadap-hadapan di sebuah meja kayu panjang yang dilapisi plastik warna hijau di bagian atas.
Anak-anak istimewa ini memegang standing pouch ukuran 1/4 kilogram (kg) dengan model klip untuk menutup kemasan.
Lalu, mereka memasukkan keripik ke dalam kemasan hingga penuh dan kemudian menekan klip untuk menyegelnya.
Untuk memastikan makanan tetap higienis, semua anak wajib memakai sarung tangan plastik dan masker penutup hidung dan mulut.
Kelihatannya sebuah pekerjaan sederhana. Namun bagi anak-anak ini, untuk menyelesaikan satu kemasan tentu butuh konsentrasi dan ketekunan.
Karena itu, pembimbing dari PKDL sesekali terlihat mengingatkan agar mereka kembali fokus pada pekerjaannya.
Ketua Harian PKBL, Yunita Viriya, menjelaskan kegiatan perdana ini bertujuan memberikan keterampilan kepada penyandang disabilitas.
"Dengan harapan, mereka nantinya bisa mandiri secara finansial," ujar perempuan cantik yang tampil kasual dengan kaus dan celana hitam ini.
PDKL
Disabilitas
anak-anak istimewa
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
