Diskusi di KL Coffee Kotabumi: Puisi-Puisi ‘Menungguku Tiba’ Isbedy Multi Tafsir
Gueade
Lampung Utara
Koreografer Ayu Permata Sari bertanya apakah seniman harus tetap menjaga “gangguan” dalam diri untuk terus berkarya, atau sebaliknya mencari nyaman di zona aman.
Menanggapi pernyataan itu, Isbedy tegas akan memilih tetap di area mengganggu (gangguan) tersebut.
“Sebab bagi seniman, kegelisahan dan gangguan itu membuat seniman terus mencari dan berkarya," ungkapnya.
Diskusi ini juga diisi pembacaan puisi oleh Djuhardi Basri, Meutia Rachmatia, Shera, Alif, Ayu Permata Sari, dan ditutup Isbedy yang membacakan puisi “Sajaksajak Pendek Ditulis Ketika Kau Menungguku Tiba”. (*)
Diskusi
puisi
isbedy
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
