Diskusi di KL Coffee Kotabumi: Puisi-Puisi ‘Menungguku Tiba’ Isbedy Multi Tafsir

Gueade

Gueade

Lampung Utara

20 September 2025 14:32 WIB
Budaya | Rilis ID
Foto: ist
Rilis ID
Foto: ist

RILISID, Lampung Utara — Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS dalam buku “Menungguku Tiba” multi tafsir. Siapa menunggu itu, apakah aku ataukah yang lain?

Demikian rangkuman dari diskusi buku puisi terbaru Isbedy Stiawan ZS, “Menungguku Tiba” penerbit Lampung Literature (Juni 2025) di to.KOBU.ku - KL Coffee Indonesia, Kelapa Tujuh, Kotabumi Lampung Utara, Jumat 19 September 2025 pukul 19.00-22.00.

Dua pemantik diskusi adalah dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) Lampung Utara, Djuhardi Basri dan Meutia Rachmatia.

Sedangkan moderator yakni Fitri Angraini, dosen UIN Raden Intan Lampung. 

Diskusi dihadiri tak kurang 25 orang dari mahasiswa UMKO, seniman, dan pemerhati seni di Lampung Utara. Di antaranya Nani Rahayu, Maulana Imau, Milyar, Ayu Permata Sari, dan lain-lain.

Meutia yang sehari-hari Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia mengatakan bahwa puisi-puisi Isbedy yang multi tafsir mengangkat tema beragam.

“Namun arus utama puisi Isbedy adalah kerinduan, penantian, dan kehilangan. Selain tema sosial,” ujar Meutia.

Dikatakan Meutia, yang menarik dari puisi Isbedy meninggalkan pertanyaan atau pesan setelah membacanya. Seperti siapa yang kehilangan, rindu, atau penantian itu.

“Apakah aku penyair atau bukan aku penyair,” ujar Meutia.

Dari pengantar Isbedy saat berusia 67 tahun, dapat disebut tema-tema seperti itu juga cinta. Meutia menyebut puisi “Saatnya Kunikmati” (hal.27).

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Diskusi

puisi

isbedy

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya