Mahasiswa FH Unila Tidak Bisa Titip Absen Lagi
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) mulai menerapkan teknologi absen barcode pada presensi kehadiran mahasiswa dalam proses belajar di kelas.
Catatan absensi kehadiran terintegrasi dengan sistem informasi akademik generasi ke 6 yang di-launching 3 Januari 2020.
Absensi berbasis QR barcode ini merupakan program Unila, namun dalam hal pelaksanaan FH lebih dulu menerapkan untuk melihat cara bekerjanya.
Mahasiswa FH Unila Ragil, mengatakan bahwa absen barcode ini merupakan kemajuan yang perlu diapresiasi, namun dalam pelaksanaannya membutuhkan cukup waktu yang tersita.
"Sistem ini bagus namun cukup menyita waktu, karena sebelum masuk dan setelah keluar kelas smartphone kita harus login ke Siakad dan scan barcode ke laptop dosen, lebih bagus sebenarnya finger print," terang mahasiswa asal Kotagajah Lampung Tengah ini.
Dekan FH Unila Prof. Maroni ketika ditemui di ruangannya mengatakan bahwa program ini merupakan rancangan Unila bahwa semua fakultas harus mencanangkan presensi berbasis scan barcode.
"Ini program Unila, bukan hanya hukum, semua fakultas seharusnya sudah menerapkan sistem ini," ujar lulusan Doktor Undip ini.
Sistem baru ini bukan hanya mencegah mahasiswa untuk titip absen dalam kelas juga berdampak kepada dosen pengajar karena terlihat dalam laporan apakah dosen tersebut mengajar atau tidak.
"Ini juga peningkatan disiplin mahasiswa dan dosen, ini berkaitan dengan remon dosen, kalau dosen tidak mengajar akan ketahuan," ujarnya.
Disinggung masalah yang dihadapi dengan adanya sistem baru ini, Maroni mengeluhkan kelistrikan dan mahasiswa bidikmisi yang tidak punya smartphone.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
