Ribuan Kasus Kejahatan Terjadi di Bandar Lampung Sepanjang 2025, Curanmor Paling Banyak
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Sepanjang tahun 2025, Kota Bandar Lampung masih dihadapkan pada tingginya angka kriminalitas.
Data Polresta Bandar Lampung mencatat, sebanyak 4.729 kasus tindak pidana terjadi di wilayah hukumnya, dengan pencurian kendaraan bermotor menjadi kejahatan yang paling banyak.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mengatakan, kejahatan konvensional masih mendominasi sepanjang 2025, khususnya kategori C3 yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
“Kejahatan konvensional masih menjadi momok utama masyarakat. Ini menjadi fokus kami dalam upaya pencegahan dan penindakan agar rasa aman warga tetap terjaga,” ujar Alfret dalam rilis akhir tahun 2025.
Curanmor menempati posisi tertinggi dengan 772 kasus. Meski demikian, kepolisian berhasil mengungkap 472 kasus, atau sekitar 61,13 persen.
Sementara itu, kasus curat tercatat sebanyak 678 perkara, dengan tingkat pengungkapan tergolong tinggi, yakni 507 kasus atau 74,77 persen. Adapun curas terjadi sebanyak 75 kasus, dengan 22 kasus berhasil diselesaikan.
Alfret menegaskan, setiap laporan masyarakat memiliki peran penting dalam pengungkapan kasus.
“Setiap laporan, sekecil apa pun, kami jadikan pintu masuk untuk pengembangan perkara. Dari curhat warga inilah banyak kasus berhasil kami bongkar,” tegasnya.
Dari ribuan kasus tersebut, aparat kepolisian berhasil menyelesaikan 2.476 perkara atau sekitar 52,35 persen, sementara sisanya masih dalam proses penyidikan.
Menurutnya, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan gambaran kerja keras personel kepolisian di lapangan, mulai dari peningkatan patroli, penyelidikan intensif, hingga penindakan terhadap pelaku kejahatan.
Rilis akhir tahun
kasus kejahatan Lampung
Polresta Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
