Polres Lamteng Ungkap Pembunuh Sadis Pelajar di Area Perkebunan Tebu
Agus Pamintaher
Lampung Tengah
RILISID, Lampung Tengah — Kasus pembunuhan terhadap seorang pelajar berusia 16 tahun di areal perkebunan tebu Kampung Gunung Batin Udik, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), berhasil Diungkap Polres setempat.
Kasat Reskrim Polres Lamteng AKP Devrat Aolia Arfan mewakili Kapolres AKBP Alsyahendra, membenarkan telah berhasil mengungkap kasus yang menggemparkan warga dan menetapkan satu orang sebagai tersangkanya
"Tersangka SI (42) merupakan pria beristri warga Kampung Gunung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, kita tangkap pada hari Rabu (27/9/2025)," kata Kasat, Kamis (18/9/2025).
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan bahwa korban telah meninggalkan rumah sejak Minggu (14/9/2025) dengan alasan hendak bertemu temannya di Kota Gajah.
Berdasarkan informasi, korban terakhir kali terlihat di wilayah Terusan Nunyai bersama seorang pria dan pencarian fokus ke area tersebut hingga ditemukan mengambang di lebung areal divisi 5 PT GMP.
Hasil interogasi, tersangka mengakui ada hubungan dekat dengan korban sekitar satu tahun dan telah beberapa kali berhubungan badan hingga peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (15/9/2025) sekitar pukul 07.30 WIB.
Pemicu utama pembunuhan yakni permintaan korban untuk dibelikan Iphone seharga Rp8 juta dan tersangka hanya sanggup memberikan uang sebesar Rp3 juta, sehingga korban marah dan melemparkan uang tersebut ke wajah tersangka
Tersangka langsung tersulut emosi dan terjadilah perkelahian hingga kalah dalam perkelahian awal, kemudian tersangka mengambil sebatang kayu dan memukuli korban berulang kali hingga tewas.
"Usai membunuh korban, tersangka menyeretnys ke lebung dan pulang ke rumah," imbuh AKP Devrat Aolia Arfan.
Merasa bersalah dan depresi, SI kemudian mencoba mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus dan aksinya diketahui keluarga lalu segera dilarikan ke Rumah Sakit.
Pembunuh sadis
pelajar
kebun tebu
Satreskrim Polres Lamteng
AKP Devrat Aolia Arfan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
