Hasil Ekshumasi Brigpol EA: Ditemukan Luka Akibat Benda Tajam, Tak Ada Racun Berbahaya
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium tersebut tidak ada bahan kimia beracun ataupun obat yang berbahaya yang masuk kedalam tubuh almarhumEA tersebut.
"Tidak ditemukan ada obat bius lokal/obat bius regional/obat bius total yang membuat tidak sadarkan diri yang masuk ke dalam tubuh dari almarhum," tambahnya.
Sementara, dijelaskan Ahli Forensik Medikolegal dari RS. Bhayangkara Polda Lampung dr. Chatrina Andryani bahwa pada saat dilakukan ekshumasi tersebut kondisi jenazah sudah dalam keadaan pembusukan lanjut.
Pada pemeriksaan luar ditemukan warna merah keunguan pucat pada dahi kiri sampai dengan puncak kepala kiri.
Ditemukan warna merah kecokelatan bercampur kehitaman pada rahang kanan dan dada kanan akibat kekerasan tumpul, luka gores pada leher depan kanan dan kiri, luka terbuka pada leher kanan, akibat kekerasan tajam yang berdasarkan ciri lukanya sesuai dengan luka sayat.
"Selanjutnya pada pemeriksaan dalam ditemukan luka terpotong rata pada tulang jakun serta saluran pencernaan dan saluran tenggorok tampak putus dan terpotong rata akibat kekerasan tajam, yang berdasarkan ciri lukanya sesuai dengan ciri luka sayat," jelasnya.
Lalu ditemukan warna kemerahan bercampur kehitaman pada kulit kepala bagian dalam daerah samping kiri, warna merah kecokelatan pada otot dada kanan, warna merah keunguan pada jaringan ikat bawah kulit daerah leher bagian depan (perdarahan), sesuai dengan hasil pemeriksaan Patolgi Anatomi (PA), sebagai adanya tanda trauma tumpul.
Ditemukan pula seluruh organ-organ dalam yang sudah menciut dan lembek akibat pembusukan lanjut. perkiraan waktu kematian adalah lebih dari enam Minggu kurang dari dua belas Minggu yang lalu dari waktu saat dilakukan ekhumasi.
"Sebab meninggalnya orang ini adalah terputusnya tulang jakun hingga saluran pencernaan atas dan tenggorok (saluran pernapasan bagian atas), yang menyebabkan perdarahan masif hingga dapat menyebabkan kematian secara langsung. Luka-Luka tersebut akibat kekerasan tajam," tambahnya.
Kapolres Way Kanan AKBP Adanan Mangopang juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Way Kanan khususnya keluarga besar Almarhum Brigpol EA apabila dalam pelayanan polisi sampai saat ini masih banyak kekurangan.
Brigpol EA
Polda Lampung
Ekshumasi
pembongkaran makan
Polres Way Kanan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
