Dapat Teror Oknum Kades, Orang Tua Korban Ngadu ke PWI Lampura
M. Riski Andresa
Lampung Utara
RILISID, Lampung Utara — Mendapat teror dan Intimidasi dari oknum Kepala Desa (Kades), keluarga korban anak di bawah umur mendatangi Balai wartawan Effendi Yusuf Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Kamis (18/9/2025).
Dihadapan para jurnalis, ayah korban mengaku anaknya telah dirudapaksa oleh salah seorang oknum aparat desa hingga hamil.
Menurut ayah korban, kasus tersebut terungkap setelah pihak sekolah merasa curiga melihat kondisi anaknya dalam keadaan murung dan tidak seperti biasanya
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan ini juga menceritakan, terduga merupakan tetangga sebelah rumah yang sudah dianggap seperti keluarga.
"Terduga menghubungi anak saya melalui pesan WhatsApp untuk berkunjung ke rumah, akan tetapi sempat ditolak dengan alasan rumah dalam keadaan kosong," ayah korban
Namun, terduga masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang dan langsung melakukan perbuatan tidak senonoh sejak bulan Mei 2025:sebanyak dua kali.
Atas kejadian tersebut orang tua korban dipanggil oknum Kades dan dipertemukan dengan terduga di suatu tempat untuk menandatangani surat perjanjian damai.
Karena tidak terima, ia bersama keluarga besarnya membuat laporan ke polres Lampura untuk ditindak lanjuti.
"Setelah melapor ke polisi, kami kembali dipaksa untuk berdamai oleh terduga dengan mengirimkan surat panggilan yang di tandatangani Kades," imbuhnya.
Tidak hanya sampai disitu, oknum Kades tersebut juga terkesan membela terduga dan mendesak korban untuk berdamai serta meneror dengan cara menelpon secara berulang-ulang kali.
Rudapaksa
hamil
anak di bawah umur
oknum kades
Balai wartawan Effendi Yusuf
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
