Dugaan Penggeroyokan di Kampus, UIN RIL Bentuk Tim Investigasi
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pasca dugaan penggeroyokan di kantin Fakultas Ushuludin, pihak Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) buka suara.
Mereka membeberkan langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelidiki persoalan ini secara internal.
Pertama, pihak UIN RIL telah membentuk tim investigasi yang diketuai Dekan Fakultas Ushuludin dan Studi Agama, HM Afif Anshori.
Kedua, melalui tim dimaksud telah memanggil mahasiswa yang berada di lokasi.
"Mahasiswa ini didampingi psikolog untuk membantu mereka memberikan keterangan yang benar," ujar Kasubag Humas UIN RIL, Hayatul Islam, Kamis (28/10/2021).
Ia mengakui adanya kesulitan dalam penyelidikan. Sebab, mahasiswa tersebut tidak mengenal mahasiswa lain yang diduga terlibat persoalan ini.
"Sehingga, kami harus menemukan nama mahasiswa tersebut," kata Hayatul.
Hasil sementara penyelidikan, tim menemukan petunjuk bahwa korban bukan mahasiswa UIN RIL.
Korban adalah Ibnu Rahul (18), yang mengaku dikeroyok beberapa oknum mahasiswa UIN sekitar pukul 15.00 WIB di kantin pada Senin (25/10/2021).
Ia adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lampung asal Kelurahan Bumiagung Marga Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara.
Penganiayaan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
