Curhat ke Taufik Basari, Keluarga Sampaikan Kondisi Saat Pertama Melihat Almarhum Rio
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Keluarga almarhum Rio Febrian/RF (17) napi anak yang meninggal dunia karena mengalami penganiayaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lampung, mendatangi anggota komisi III DPR RI Taufik Basari di rumah aspirasi, Selasa (26/7/2022).
Pihak keluarga diwakili Kakak kandung korban Ardian menceritakan kondisi almarhum Rio saat pertama dipertemukan oleh pihak keluarga di klinik LPKA kepada politisi partai NasDem tersebut.
Baca Juga: https://lampung.rilis.id/Hukum/Berita/Dikeroyok-Sesama-Napi-LPKA-Lampung-Rio-Febrian-Tewas-L6BctBK
Ardian bercerita, adiknya kurang lebih 45 hari di lapas, pindah dari polsek ke lapas pada 2 Juni sambil menunggu sidang. Ia mengaku terkahir 4 Juli, keadaannya sehat, tapi dia mengeluh sering dipukul.
"Kami mengajukan pindah kamar tapi tidak bisa. Selang 5 hari kami dapat kabar bahwa adik kami sakit, kami vc tapi dia kondisi tidak bisa bicara," ujarnya.
Sebelumnya, ia dihubungi oleh pihak lapas, bahwa adiknya sakit dan sedang dirawat di kelinik. Pihaknya bersama keluarga datang ke lapas pada 11 Juli.
Setelah sampai di kelinik lapas, korban justru belum ada, setelah keluarga menunggu 15 menit, Korban baru tiba di bawa menggunakan kursi roda.
"Di kursi roda tersebut, adik kami, kakinya diangkat oleh rekan-rekannya. Leher korban pun sudah tidak bisa diluruskan," ungkapnya.
Bahkan, saat posisi di kursi roda, korban sama sekali tidak terlihat telah mendapatkan perawatan, bahkan di kelinik itupun tidak ada pemeriksaan.
"Kami sangat marah di sana, karena kondisi adik kami sudah sekarat, lidahnya sudah pendek, bahkan diminumkan air saja tidak bisa," ujarnya.
Lapas Anak
Napi meninggal dunia
dianiaya
Rio Febrian
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
