Belasan Anak di Mesuji Jadi Korban Kekerasan Seksual, Mahasiswa KKN Unila Ajak Aktifkan Desa Sadar Hukum
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mesuji Sripuji Haryanthi Hasibuan menyampaikan terdapat 13 kasus kekerasan seksual di Mesuji pada tahun lalu.
"Kami menemukan 13 kasus kekerasan seksual di Mesuji. Kasus yang paling tinggi terjadi pada anak-anak", katanya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di Mesuji Timur terdapat satu kasus dengan 7 korban anak-anak.
"Bapak dan ibu, satu kasus kekerasan seksual yang terjadi itu korbannya bukan hanya satu orang. Seperti di Mesuji Timur itu terdapat satu kasus dengan 7 korban", ungkapnya.
Kemudian, ia juga mengungkapkan bahwa Wayserdang adalah salah satu kecamatan yang terjadi kasus kekerasan seksual.
"Bulan Desember 2021 yang lalu itu ada kekerasan seksual dengan korban 2 (dua) anak, kakak beradik, di Desa Labuhan Indah. Apakah bapak dan ibu tahu?," tanyanya.
Dia pun berharap agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, tidak takut melapor jika terjadi kasus kekerasan seksual, dan tidak perlu menutup-nutupi.
"Bapak dan ibu jangan takut lapor jika terjadi kekerasan seksual karena kalau pelaku itu dibiarkan justru bisa membahayakan yang lain. Jadi, jangan ditutup-tutupi sekalipun itu keluarga sendiri", ungkapnya.
Menutup materi sosialisasi, ia berpesan agar masyarakat dapat terlibat dalam Forum Anak Daerah dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang ada di desa masing-masing.
Kegiatan itu berlangsung dari pukul 13.30-16.30 WIB, dengan 40 peserta yang terdiri dari perangkat desa Hadimulyo, BPD, TP PKK, Karang Taruna, pengurus FAD, PATBM, Anggota Pramuka dan Palang Merah Remaja Wayserdang. (*)
Anak
Mesuji
Korban Kekerasan Seksual
Mahasiswa KKN Unila
Desa Sadar Hukum
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
