Bakamla Tangkap Ratusan Ton BBM Diduga Illegal, Nakhoda Kapal Akui Sudah 8 Kali

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

6 Maret 2020 19:41 WIB
Hukum | Rilis ID
Kasubdit Garopla Bakamla RI, Kolonel Bakamla Imam Hidayat didampingi, Kolonel Bakamla Andi Wijaya dan Kolonel Laut Heni Mulyono saat ekspose tangkapan kapal penyuplai minyak diduga illegal di Dermaga Bumi Waras, Jumat (6/3/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman
Rilis ID
Kasubdit Garopla Bakamla RI, Kolonel Bakamla Imam Hidayat didampingi, Kolonel Bakamla Andi Wijaya dan Kolonel Laut Heni Mulyono saat ekspose tangkapan kapal penyuplai minyak diduga illegal di Dermaga Bumi Waras, Jumat (6/3/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

Tomjon mengungkap identitas pemilik minyak tersebut dan berkantor di daerah jalan Antasari. 

"Kantornya kalau di Lampung di Antasari Bandarlampung dengan pengurus bernama Bambang," ungkapnya. 

Dia menyebutkan selama 8 kali melakukan kegiatan penyuplai minyak itu, dilakukan di daerah perairan Pulau Condong dan Panjang. 

“Jadi kan saya ini hanya membawa saja, kalau masalah yang lain kan pengurusnya. Kita paling bertemu disuatu titik, seperti di Condong dan panjang, kita biasa ngecornya," jelas Tomjon diatas kapal KM Belut Laut 046 dan BB minyak dikapal barang bukti yang memiliki logo pertamina saat di dermaga Bumi Waras tersebut. 

Setidaknya, berdasarkan pengakuan Tomjon ini, tindakan transfer illegal bunkering itu ternyata sudah sering dilakukannya, bahkan sebelum ditangkap hingga saat ini sudah 6 sampai 8 kali dirinya melakukan hal yang sama, semuanya berjalan rapi dengan selalu beralasan tidak  terlibat langsung dengan siapa pemberi dan penerima yang diduga menjadi terduga pemilik bisnis illegal ini.

“Karena tugas saya hanya menyalurkan minyak. Kalau bunkering ini saya sudah 6 sampai 8 kali bang. Saya cuma tahu Pak Bambang itu yang jelas pengurusnya ada di Lampung di kantor Teladan Makmur Jaya di Antasari, Bandarlampung, kalau pusatnya di Banjarmasin,” ucap Tomjon dengan lugasnya. 

Tomjon pun menceritakan kronologis bagaimana dia melakukan pendistribusian minyak tersebut ke kapal lain yang akan menerima cor minyak. 

“Kapal stay ditengah, kemudian ada selang dan disalurkan, kita yang ngecor. Saat menyuplai itu, tenang dan aman, gak ada (oknum), banyak yang ambil (minyak) kok dari sini. Tapi semuanya pengurus yang urus, kita jual industri," pungkasnya. (*) 

 

 

Menampilkan halaman 3 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya