Bakamla Tangkap Ratusan Ton BBM Diduga Illegal, Nakhoda Kapal Akui Sudah 8 Kali
Anonymous
Bandarlampung
Tomjon mengungkap identitas pemilik minyak tersebut dan berkantor di daerah jalan Antasari.
"Kantornya kalau di Lampung di Antasari Bandarlampung dengan pengurus bernama Bambang," ungkapnya.
Dia menyebutkan selama 8 kali melakukan kegiatan penyuplai minyak itu, dilakukan di daerah perairan Pulau Condong dan Panjang.
“Jadi kan saya ini hanya membawa saja, kalau masalah yang lain kan pengurusnya. Kita paling bertemu disuatu titik, seperti di Condong dan panjang, kita biasa ngecornya," jelas Tomjon diatas kapal KM Belut Laut 046 dan BB minyak dikapal barang bukti yang memiliki logo pertamina saat di dermaga Bumi Waras tersebut.
Setidaknya, berdasarkan pengakuan Tomjon ini, tindakan transfer illegal bunkering itu ternyata sudah sering dilakukannya, bahkan sebelum ditangkap hingga saat ini sudah 6 sampai 8 kali dirinya melakukan hal yang sama, semuanya berjalan rapi dengan selalu beralasan tidak terlibat langsung dengan siapa pemberi dan penerima yang diduga menjadi terduga pemilik bisnis illegal ini.
“Karena tugas saya hanya menyalurkan minyak. Kalau bunkering ini saya sudah 6 sampai 8 kali bang. Saya cuma tahu Pak Bambang itu yang jelas pengurusnya ada di Lampung di kantor Teladan Makmur Jaya di Antasari, Bandarlampung, kalau pusatnya di Banjarmasin,” ucap Tomjon dengan lugasnya.
Tomjon pun menceritakan kronologis bagaimana dia melakukan pendistribusian minyak tersebut ke kapal lain yang akan menerima cor minyak.
“Kapal stay ditengah, kemudian ada selang dan disalurkan, kita yang ngecor. Saat menyuplai itu, tenang dan aman, gak ada (oknum), banyak yang ambil (minyak) kok dari sini. Tapi semuanya pengurus yang urus, kita jual industri," pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
