Bakamla Tangkap Ratusan Ton BBM Diduga Illegal, Nakhoda Kapal Akui Sudah 8 Kali
Anonymous
Bandarlampung
Modus operandi yang dilakukan kapal penyuplai minyak itu, lanjut Imam Hidayat dengan cara menyuplai kapal yang lain di tengah laut.
“Mereka berhenti di laut dan terjadilah transaksi jual beli minyak illegal itu," tegasnya.
Kolonel Bakamla Imam Hidayat menyebutkan bahwa terduga pelaku pemilik minyak illegal ini merupakan pemain lama.
“Ya yang pastinya memang pelaku ini pemain lama. Disaat pemerintah berusaha menerapkan kesetaraan harga minyak disitu pula para mafia minyak melakukan illegal bunkering, ini jelas menciderai nawacita Presiden RI,” jelasnya.
Menurut Imam, untuk membongkar permainan mafia migas tersebut, Bakamla tiap melakukan operasi dan mapping selalu mendahulukan informasi intelijen dan tim trisula, sehingga begitu akurasi data didapat penyergapan kemudian dilakukan.
"Belum diketahui secara pasti soal keterlibatan oknum didalamnya, namun yang jelas Bakamla menyebut sedang mendalami hal itu," tegasnya.
Imam Hidayat menyebut ada dugaan dan indikasi kegiatan yang sama di beberapa tempat lain di wilayah perairan lampung, namun ia optimis dengan sampel satu kejadian ini bisa memberi efek jera kepada terduga yang bermain minyak lainnya.
“Dengan sampel yang kita tangkap ini, Permainan minyak seperti ini, tentu ada. Maka ini sedang kita perangi, kita dukung program pemerintah soal kebijakan satu harga, otomatis kita harus melakukan di semua tempat untuk mengetahui ini sehingga tidak adalagi kegiatan serupa,” kata Imam Hidayat.
Selain barang bukti yang telah diamankan, Bakamla juga mengamankan ABK dan nakhoda kapal dengan proses lanjutan menyerahkan ke Ditpolair Polda Lampung.
Sementara itu, Nakhoda kapal, Tomjon mengakui sudah 8 kali melakukan pengecoran minyak dengan modus berhenti di suatu titik kemudian menyuplai minyak ke kapal yang dituju.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
